Buka konten ini


Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik 961 orang kepala dan wakil kepala daerah, termasuk gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota hasil Pilkada 2024 kabupaten dan kota serta Provinsi Kepri, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2).
Setelah dilantik, para kepala daerah, baik gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, maupun wali kota dan wakil wali kota di Kepri menghadapi tantangan tersendiri. Janji-janji politik mereka saat kampanye ditunggu untuk direalisasikan.
Roby Kurniawan dan Deby Maryanti, termasuk yang turut dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bintan. Usai dilantik, Roby menyampaikan kesiapannya untuk bekerja membangun Bintan agar semakin baik.
Roby juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan dan menjalankan berbagai program sesuai dengan janji kampanyenya. ”Saya berharap dapat mewujudkan Bintan Juara dengan meningkatkan kesejahteraan yang merata bagi warga Bintan,” kata Roby.
Untuk itu, Roby meminta doa restu dan dukungan dari warga Bintan agar bisa menjalankan amanah dengan baik.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, menyampaikan bahwa langkah awal dalam mengemban amanah ini harus diiringi dengan doa dan dukungan dari seluruh warga Bintan.
”Istri dari mantan Bupati Bintan, Apri Sujadi, ini bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi warga Bintan,” ungkap Deby.
Setelah dilantik, Roby akan mengikuti retret atau pembekalan di Lembah Tidar, tepatnya di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, selama satu pekan mulai 21 hingga 28 Februari 2025.
Deby Maryanti akan bergabung pada hari terakhir pembekalan tersebut.
Dari Keluarga Nelayan Menjadi Bupati
Aneng dan Raja Bayu Febri Gunadian juga telah resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Anambas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dengan pakaian jas putih, kedua pemimpin di daerah perbatasan ini, dengan gagahnya memasuki Istana Negara bersama kepala daerah lainnya.
Aneng melalui pesan Whastapp-nya, mengatakan pelantikan ini menjadi momen bersejarah dalam dirinya. Karena politisi Demokrat ini, tidak menyangka bakal menjadi pejabat sebab kehidupan waktu kecil yang begitu sulit dijalani.
”Teringat waktu kecil dengan kehidupan yang susah. Karena saya terlahir dari keluarga nelayan, masih tidak menyangka bisa jadi pejabat,” ujar Aneng.
Pada Pilkada 2024 lalu, dengan mengusung slogan energi baru, Aneng kader Partai Demokrat dan Raja Bayu kader Partai Golkar ini berhasil terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas periode 2025 – 2030.
Berbagai program yang mereka tawarkan selama kampanye mendapat sambutan hangat, terutama program bantuan sosial untuk lansia, insentif bagi imam masjid, guru ngaji, nuje serta RT dan RW.
Selain itu, program mereka juga menggratiskan perlengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP, termasuk tas, baju seragam, sepatu, kaos kaki, serta alat tulis.
Tak hanya itu, sektor kesehatan dan pariwisata juga menjadi perhatian utama pasangan ini.
Kini, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo, Aneng mene-gaskan kembali komitmennya untuk mewujudkan janji kampanye tersebut.
Salah satunya adalah pemberian insentif sebesar Rp400 ribu per bulan kepada para lansia berusia 60 tahun ke atas, imam masjid, guru ngaji, nuje, serta RT dan RW.
Dengan program-program unggulan yang telah disiapkan, Aneng dan Raja Bayu optimistis dapat membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Kepulauan Anambas.
Komitmen Bangun Karimun
Iskandarsyah didampingi Rocky Marciano Bawole, resmi memimpin Kabupaten Karimun untuk lima tahun ke depan sebagai Bupati dan Wakil Bupati, setelah dilantik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karimun, Iskandarsyah, ketika dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk membangun Kabupaten Karimun lebih baik lagi bersama Wakil Bupati Karimun Rocky.
”Alhamdulillah, proses pelantikan sudah selesai. Kami langsung menuju Magelang untuk retret di Akademi Militer (Akmil) selama sepekan,” terangnya. Komitmennya, akan menangani permasalahan sampah yang sebelumnya ada, sambil melakukan evaluasi terhadap masalah yang ada saat ini. Mulai dari gaji pegawai non-ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun, tunggakan BPJS, infrastruktur, dan sebagainya, bersama DPRD Karimun.
”Mohon dukungannya, saya siap dikritik oleh publik. Secara bertahap, kita benahi permasalahan yang ada di Karimun,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Rumpun Melayu Bersatu Kabupaten Karimun (RMBKK), Zulkhainen, berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Karimun untuk benar-benar mencari solusi terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan anggaran yang berdampak pada daerah.
”Bagaimana mengambil kebijakan akibat pemangkasan anggaran dari pusat, sangat berimbas pada daerah,” terangnya, Rabu (19/2).
Sebab, saat ini kondisi Karimun sedang tidak baik-baik saja. Terutama, roda perekonomian yang semakin terpuruk, diperparah dengan aksi mogok tenaga lepas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun, sehingga memperburuk kondisi Karimun dengan sampah yang berserakan dan sebagainya.
”Apapun kebijakan yang akan dikeluarkan Bupati yang baru, kami (RMBKK) sangat mendukung agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, beberapa tahun terakhir ini kondisi ekonomi Karimun tidak baik. Banyak muncul permasalahan, seperti pembangunan yang ada di Coastal Area yang sudah dipastikan tidak akan dilanjutkan pada tahun ini.
”Anda bisa lihat sendiri, tiga proyek tidak selesai karena anggaran tidak cukup. Revitalisasi gedung Mall Pelayanan Publik (MPP), pembangunan Gerbang Coastal Area, Anjungan Kabupaten Karimun, dan Dermaga VIP Kabupaten Karimun di depan eks Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) belum dapat dimanfaatkan,” tuturnya. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto – Ihsan Imaduddin – TRI HARYONO
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI