Buka konten ini
KARIMUN (BP) -Mogok kerja petugas non-Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun terus berlanjut hingga tuntutan pembayaran gaji oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun dipenuhi.
Meski demikian, pada hari keempat aksi mogok, kondisi di Jalan Nusantara mulai terlihat bersih dengan berkurangnya tumpukan sampah di kawasan pertokoan, termasuk di Coastal Area maupun di Kota Meral.
”Alhamdulillah, tadi malam (Minggu), Kepala Bidang Kebersihan DLH Karimun, Syafrianto, bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan warga turun tangan mengangkut sampah di pertokoan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karimun, Riyanta, kepada Batam Pos, Senin (17/2).
Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan menggunakan mobil pikap untuk mengangkut sampah dari pertokoan maupun permukiman masyarakat. Pembersihan dimulai dari Jalan Nusantara, Jalan Ahmad Yani, hingga Meral Kota, yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah.
”Saya mengimbau masyarakat agar melakukan pemilahan sampah rumah tangga, misalnya memisahkan sampah kertas, plastik, dan makanan sebagai solusi sementara. Dengan begitu, tidak semua sampah dibuang langsung ke tempat pembuangan sementara (TPS),” ungkapnya.
Riyanta juga menambahkan bahwa masyarakat diharapkan membuang sampah dalam kondisi terbungkus rapi agar lebih mudah diangkut petugas dan tidak berserakan di pinggir jalan atau kawasan pertokoan.
”Kami masih menunggu keputusan pimpinan terkait proses pembayaran gaji teman-teman petugas kebersihan,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan pertokoan di Jalan Nusantara sudah bersih dari tumpukan sampah. Namun, masih ditemukan sampah yang menumpuk di Jalan Trikora, Jalan Ahmad Yani, serta beberapa jalan protokol lainnya. (*)
Reporter : TRI HARYONO
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI