Buka konten ini
VALENCIA (BP) – Estadio Mestalla, markas Valencia CF, jadi tempat tersulit bagi Real Madrid memetik kemenangan. Terutama dalam sedekade terakhir. Persentase kemenangannya hanya 29 persen.
Bandingkan dengan persentase kemenangan Real atas Atletico Madrid saat main di Estadio Metropolitano yang 43 persen. Atau, 50 persen kemenangan El Clasico di Estadio Camp Nou, kandang FC Barcelona.
Dalam dua musim terakhir melawat ke Mestalla, Real harus gigit jari dan pulang tanpa kemenangan. Seri 2-2 musim lalu dan kalah 0-1 dua musim yang lalu. Tapi, angka-angka itu bisa saja runtuh ketika Los Merengues, julukan Real, bertamu ke Mestalla, dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 3 pukul 03.00 WIB).
Karena laga tersebut digadang-gadang bisa jauh dari adu gengsi. Sebaliknya, laga itu bisa jadi laga balas budi. Dilansir dari laman Super Deporte, Komunitas Valencia yang datang ke Mestalla akan memberi penghormatan bagi Presiden Real, Florentino Perez.
Itu sebagai ucapan terima kasih atas bantuan Real dan Perez yang mengirim EUR1 juta (Rp16,7 miliar) lebih untuk Komunitas Valencia setelah bencana banjir bandang menerjang kawasan tersebut. Bencana itu kemudian disebut dengan DANA.
Meski demikian, entrenador anyar Valencia Carlos Corberan menegaskan bahwa klubnya akan tetap menghadapi Real seperti di Mestalla biasanya. Ucapan yang menjadi bantahan dugaan laga balas budi.
“Sebagai orang Valencia, kami tahu apa arti klub ini untuk kami. Ini akan menjadi tanggung jawabku dan seluruh tim ini untuk menjaga nama baik Valencia,” katanya saat konferensi pers tadi malam WIB.
Sementara, entrenador Real Carlo Ancelotti juga waswas dengan ancaman skuad tuan rumah. Terlebih dengan taktik Corberan.
“Kami tahu, kondisi yang mereka alami di era pelatih sebelumnya, akan berbeda dengan saat ini. Itu yang sudah kami bayangkan,” tegas Ancelotti, dalam konferensi pers-nya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG