Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Preferensi masyarakat dalam memilih hunian premium mulai mengalami perubahan. Jika dahulu lokasi strategis menjadi pertimbangan utama, kini aspek privasi, kenyamanan, ruang hijau, dan kualitas hidup semakin diperhatikan oleh calon pembeli.
Perubahan tersebut seiring dengan pesatnya perkembangan kawasan komersial di berbagai kota penyangga Jakarta. Kehadiran pusat bisnis, kuliner, dan gaya hidup memang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. Namun, di balik tingginya aktivitas kawasan, muncul kebutuhan akan lingkungan hunian yang lebih tenang dan nyaman.
Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, sebelumnya menilai properti komersial masih menjadi salah satu penopang utama pasar properti nasional. Menurutnya, kawasan penyangga Jakarta tetap memiliki prospek yang menjanjikan berkat dukungan infrastruktur, kenyamanan hidup, dan peluang investasi jangka panjang.
Meski demikian, masyarakat urban kini tidak hanya mencari hunian yang dekat dengan pusat aktivitas. Mereka juga menginginkan tempat tinggal yang mampu menghadirkan ketenangan setelah menjalani rutinitas sehari-hari.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan lokasi strategis masih menjadi faktor penting dalam memilih hunian.
”Yang cari Gading Serpong itu memang maunya serba dekat. Mau segmen tengah, atas, sampai luxury, tetap suka yang dekat dengan area komersial,” ujarnya dilansir propertynbank.
Namun, menurutnya, kebutuhan konsumen kini berkembang. Selain akses yang mudah, calon pembeli juga mulai mempertimbangkan kenyamanan lingkungan sebagai bagian dari kualitas hidup.
Hal senada disampaikan Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu. Ia menilai dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan preferensi masyarakat yang semakin menyukai aktivitas luar ruang dan kedekatan dengan alam.
”Selama beberapa tahun belakangan ini, terdapat pergeseran preferensi masyarakat yang lebih mendambakan aktivitas yang banyak berinteraksi dengan alam dan outdoor,” katanya.
Menurut Henry, masyarakat urban saat ini menginginkan hunian yang tetap dekat dengan pusat kegiatan, tetapi memiliki suasana yang nyaman, tenang, dan memberikan privasi yang lebih baik.
Tren tersebut menunjukkan bahwa definisi kemewahan di sektor properti juga mulai berubah. Jika dahulu kemewahan identik dengan ukuran bangunan atau lokasi yang prestisius, kini banyak pembeli menilai privasi, ruang hijau, dan kualitas lingkungan sebagai nilai yang tidak kalah penting.
Kondisi ini mencerminkan perubahan kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin mencari keseimbangan antara aktivitas, kenyamanan, dan kesehatan dalam satu kawasan hunian. Privasi dan kualitas hidup kini menjadi bagian dari nilai tambah yang semakin dicari oleh pembeli rumah premium. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI