Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Musim hujan yang melanda Kota Batam kembali memicu banjir di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Batuaji dan Sagulung, akibat drainase yang tidak berfungsi optimal dan dipenuhi sampah.
Persoalan klasik tersebut kembali dikeluhkan warga seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah saluran drainase di Batuaji dan Sagulung terlihat dipenuhi sampah serta endapan tanah, sehingga menghambat aliran air.
Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke badan jalan hingga masuk ke kawasan permukiman warga saat hujan deras turun. Akibatnya, banjir hampir selalu terjadi setiap kali curah hujan tinggi mengguyur kedua wilayah tersebut.
Di Kecamatan Batuaji, beberapa titik seperti Jalan R Suprapto dan kawasan sekitar Simpang Basecamp kerap menjadi langganan banjir. Genangan air yang cukup tinggi tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan arus lalu lintas tersendat, bahkan sempat lumpuh saat hujan deras.
Sementara itu, di Sagulung, genangan air juga terjadi di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman padat penduduk. Warga mengeluhkan kondisi drainase yang sudah lama tidak dibersihkan, sehingga sampah dan lumpur terus menumpuk di dalam saluran air.
“Kalau hujan deras pasti banjir. Parit banyak yang tersumbat sampah dan tanah, jadi air meluap ke jalan dan rumah warga,” ujar Andi, salah seorang warga Sagulung, Selasa (17/5).
Menanggapi hal tersebut, Camat Sagulung, Muhammad Arfie, mengakui bahwa Pemerintah Kota Batam masih terus berupaya mengatasi persoalan banjir di wilayahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah normalisasi drainase dan saluran air di sejumlah titik rawan banjir.
“Pemko Batam terus melakukan normalisasi di sejumlah lokasi rawan banjir. Kami juga berharap dukungan masyarakat agar tertib membuang sampah dan menjaga kebersihan drainase supaya aliran air tidak tersumbat,” ujarnya.
Selain upaya normalisasi, masyarakat juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase.
Dengan perawatan yang berkelanjutan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, warga berharap persoalan banjir di Batuaji dan Sagulung dapat berangsur berkurang. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO