Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Masyarakat diminta ekstra waspada terhadap maraknya aksi penipuan penjualan tiket kapal yang beredar luas di berbagai platform media sosial. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menegaskan bahwa seluruh tawaran tiket melalui akun pribadi, kolom komentar, hingga grup jual beli dipastikan merupakan modus penipuan yang merugikan calon penumpang.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniawan, mengungkapkan bahwa para pelaku kini semakin lihai dalam mengelabui mangsanya. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku kerap membangun akun palsu yang menyerupai kanal resmi dengan memasang logo PELNI, foto armada kapal terbaru, hingga menyertakan testimoni-testimoni fiktif.
“Modusnya beragam. Ada yang menawarkan harga jauh lebih murah dari tarif resmi pemerintah, ada juga yang menjanjikan akses tiket ’jalur belakang’ untuk rute padat yang sebenarnya sudah habis di sistem,” ujar Edwin, Minggu (15/2).
Dalam melancarkan aksinya, pelaku biasanya mendesak korban untuk segera mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi. Alasannya bermacam-macam, mulai dari dalih biaya administrasi hingga jasa titip pembelian tiket. Edwin menilai skema ini sengaja dirancang untuk mengeksploitasi kepanikan calon penumpang yang takut kehabisan tiket di musim padat.
“Kami tidak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk melakukan transaksi tiket melalui kolom komentar maupun pesan langsung (Direct Message). Jika ada akun individu yang menawarkan tiket atas nama Pelni, itu seratus persen penipuan,” tegas Edwin.
Ia menambahkan, media sosial resmi Pelni sejatinya hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi dan layanan pelanggan (customer service), bukan sebagai kanal transaksi jual beli. Seluruh proses pembayaran tiket hanya melalui mekanisme resmi yang sudah terintegrasi.
Untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut, Pelni meminta masyarakat hanya membeli tiket melalui saluran resmi. Di antaranya aplikasi Pelni Mobile, situs resmi www.pelni.co.id, loket kantor cabang, serta mitra ritel resmi seperti Agen BRILink, Alfamart, dan Indomaret.
Edwin juga mengingatkan warga agar tidak memercayai tawaran tiket yang muncul melalui status WhatsApp pribadi maupun pesan dari akun yang tidak dikenal. Pasalnya, tiket resmi e-Pelni terikat dengan sistem identitas penumpang yang valid.
Bagi warga yang menemukan indikasi penipuan atau bahkan sudah terlanjur menjadi korban, diminta segera melapor melalui Contact Center 162 atau layanan WhatsApp resmi di nomor 0811-162-1-162.
“Jangan mudah tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Pastikan selalu membeli melalui kanal resmi agar perjalanan aman, nyaman, dan terdata dalam manifest,” tutupnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO