Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Arus penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura mulai meningkat menjelang perayaan Imlek 2026/2677 Kongzili. Dalam sehari, jumlah penumpang yang tiba mencapai ribuan orang.
Pantauan di pelabuhan, penumpang yang datang dari Batam terlihat padat memenuhi area kedatangan. Sebaliknya, arus keberangkatan relatif normal. Kepadatan juga tampak di area parkir pelabuhan.
Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, hingga pukul 12.00 WIB terdapat enam armada kapal yang tiba dari Batam ke SBP. “Yang padat itu kedatangan saja, kalau keberangkatan terbilang normal,” ujar Kasubag TU KSOP Tanjungpinang,
Harry Priambodo, Minggu (15/2). Sekitar 1.200 penumpang tercatat tiba di pelabuhan ibu kota Provinsi Kepri tersebut. Sementara jumlah penumpang yang berangkat mencapai 935 orang.
Untuk rute internasional, penumpang tujuan Tanjungpinang–Singapura tercatat 99 orang, sedangkan yang tiba dari Singapura mencapai 479 orang. Adapun penumpang yang berangkat ke Malaysia sebanyak 50 orang dan yang tiba dari Malaysia 129 orang.
“Jadi lonjakan penumpang yang tiba tidak hanya terjadi di terminal domestik saja,” tambahnya.
Salah seorang penumpang, Rina, 34, mengaku pulang ke Tanjungpinang untuk memanfaatkan libur bersama Imlek dengan berkumpul bersama keluarga.
“Di dalam kapal memang sudah terasa penuh. Begitu sampai, area kedatangan juga ramai. Mungkin banyak yang ingin berlibur ke Tanjungpinang juga,” ujarnya.
Karimun Ikut Padat
Beberapa hari menjelang Imlek 2026/2677 Kongzili, arus penumpang di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun juga terpantau padat. Lonjakan terjadi pada kedatangan penumpang domestik, khususnya dari Batam. Sebagian besar penumpang yang tiba merupakan warga Tionghoa.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Capt. Supendi, mengatakan dalam tiga hari terakhir jumlah penumpang yang datang meningkat dibanding hari biasa.
“Pada Kamis (12/2) jumlah penumpang yang datang 1.452 orang. Jumat (13/2) meningkat menjadi 1.925 orang. Dan pada Sabtu (14/2) kembali naik menjadi 3.319 orang,” ujarnya, Minggu (15/2).
Untuk keberangkatan domestik pada periode yang sama juga mengalami peningkatan. Total penumpang yang berangkat sejak Kamis hingga Sabtu mencapai 6.099 orang.
Sementara itu, untuk rute internasional belum terlihat adanya lonjakan signifikan.
Manajer Pelayaran Bay Ferry, Dorry, mengatakan kedatangan penumpang dari Pelabuhan Internasional Kukup, Johor Bahru, Malaysia, masih normal.
“Tidak ada lonjakan kedatangan dan keberangkatan penumpang, khususnya terkait perayaan Imlek 2026. Hanya saja, pelayaran dari Karimun ke Kukup pada Selasa (17/2) libur satu hari karena pelabuhan di sana tidak beroperasi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Cabang PT Putramaju Global Indonesia Tanjungbalai Karimun, Asrizal, yang mengoperasikan feri Putri Anggreni tujuan Puteri Harbour, Johor Bahru.
Menurutnya, meski belum ada lonjakan signifikan, pihaknya menambah frekuensi pelayaran untuk meningkatkan pelayanan.
“Biasanya dalam satu hari tiga kali berangkat dari Karimun dan Johor. Untuk seminggu ini menjadi empat kali. Dari Karimun pukul 09.45 WIB dan dari Johor pukul 13.30 waktu Malaysia,” terangnya.
ASDP Siaga Tambah Trip
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban masih terpantau normal menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. Arus keberangkatan dari Tanjunguban menuju Batam belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan pergerakan pengguna jasa dari Tanjunguban relatif lancar. Lonjakan justru terjadi dari arah sebaliknya.
“Sabtu (14/2) ada lonjakan pengguna jasa di Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Sedangkan di Tanjunguban masih belum ramai,” ujarnya, Minggu (15/2).
Akibat meningkatnya jumlah penumpang dan kendaraan di Telagapunggur, operator menambah satu trip pelayaran pada Sabtu. Dari biasanya 11 trip per hari menjadi 12 trip.
“Dari Batam ada tambahan satu trip, otomatis kita juga menambah trip,” katanya.
Ia menegaskan, pihak ASDP siap menambah frekuensi pelayaran jika terjadi lonjakan pengguna jasa kapal RoRo.
Saat ini, hanya empat kapal yang beroperasi, yakni dua kapal milik ASDP, KM Barau dan KMP Tanjungburang, serta dua kapal milik Jembatan Nusantara, KMP Mulia Nusantara dan KMP Niaga Ferry. Satu kapal lainnya, KMP Tala Pusuk Buhit, masih menjalani docking.
Karena itu, Ainul mengimbau masyarakat agar tidak memilih trip terakhir untuk menghindari antrean panjang.
“Setidaknya bisa menyiasati dua atau tiga trip terakhir agar tidak menumpuk pada sore hari,” ujarnya.
Untuk memudahkan perjalanan, pengguna jasa disarankan membeli tiket secara daring melalui laman resmi ASDP atau aplikasi Ferizy. Jika mengalami kendala, tiket juga dapat dibeli melalui agen resmi di sekitar pelabuhan. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO – MOHAMAD ISMAIL – SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY