Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kondisi RSUD Jemaja menjadi sorotan warga. Fasilitas kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas itu dinilai kurang terawat, dengan halaman dipenuhi semak belukar dan sampah berserakan.
Pantauan di lapangan, rumput liar tumbuh tinggi di sejumlah sudut halaman. Beberapa titik tampak tidak terurus dalam waktu lama. Tumpukan sampah juga terlihat, bahkan sesekali tercium aroma tidak sedap saat cuaca panas.
Warga Jemaja, Riandi, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menilai pembersihan dilakukan tidak maksimal.
“Memang ada dibersihkan, tapi hanya formalitas, tidak menyeluruh. Habis dibersihkan dibakar saja. Padahal ini rumah sakit, tidak boleh ada asap bakar,” ujarnya, Minggu (15/2).
Menurutnya, pembakaran sampah di area rumah sakit berisiko mengganggu pasien, terutama yang memiliki gangguan pernapasan. Selain itu, lingkungan yang kumuh dinilai memengaruhi kenyamanan dan psikologis pasien serta keluarga.
“Seperti tidak terurus saja rumah sakit ini. Bagaimana pasien mau nyaman kalau lingkungannya tidak bersih,” keluhnya.
Tak hanya persoalan kebersihan, sejumlah bangunan yang telah rampung dibangun juga belum dimanfaatkan. Di antaranya gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan High Care Unit (HCU) yang selesai pada 2020 namun hingga kini belum difungsikan.
Bangunan IGD tampak kosong dan mulai kusam. Selain itu, jarak antara gedung IGD dan ruang rawat inap dinilai cukup jauh serta belum dilengkapi selasar penghubung. Kondisi tersebut menyulitkan proses pemindahan pasien.
“Sangat disayangkan bangunan sudah jadi tapi tidak dimanfaatkan. Kalau dibiarkan, bisa rusak perlahan,” tambah Riandi.
Direktur RSUD Jemaja, Dian Tamalia Rumoga, menjelaskan belum difungsikannya IGD dan HCU karena instalasi listrik belum tersedia. Pihaknya masih menunggu penyelesaian pemasangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), termasuk trafo khusus untuk kawasan rumah sakit.
“Saat ini kendalanya listrik belum tersedia. Instalasi masih dalam proses pengerjaan dari PLN karena kami meminta trafo khusus di kawasan RSUD,” jelas Dian.
Ia menambahkan, ketiadaan selasar penghubung juga menjadi hambatan. Tanpa konektivitas antarbangunan, pemindahan pasien tidak memungkinkan dilakukan dengan ambulans karena jaraknya terlalu dekat namun tidak terhubung langsung.
“Jika selasar yang direncanakan tahun ini sudah terealisasi, pasti akan segera difungsikan,” ujarnya.
Terkait kebersihan halaman, manajemen berjanji segera melakukan pembenahan agar pasien merasa nyaman saat berobat.
Dian juga menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga lingkungan, sembari menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Kabupaten Anambas.
“Insya Allah akan tetap kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY