Buka konten ini

BATAM (BP) – Sekolah Dasar (SD) Kartini 1 Sekupang, Kota Batam, menggelar kegiatan pentas seni (pensi) bertema Menembus Ruang dan Waktu di Mal Batam City Square (BCS), Sabtu (24/1). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu menjadi ajang ekspresi dan kreativitas para siswa dalam menampilkan bakat seni di hadapan publik.
Pentas seni tersebut menghadirkan beragam penampilan, mulai dari tari, nyanyian, pantomim, hingga peragaan busana (fashion show) dengan konsep budaya dan fantasi. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengembangan bakat anak-anak sekolah dasar, hasil kolaborasi antara pihak sekolah, guru, dan wali murid.
Ketua Komite SD Kartini 1 Sekupang, Dr. Isyana Sasmita, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong kepercayaan diri serta menumbuhkan keberanian anak-anak sejak usia dini. Menurut dia, setiap anak memiliki potensi yang perlu diberi ruang untuk berkembang tanpa rasa takut dinilai.
“Kegiatan ini murni untuk mengembangkan bakat anak-anak. Kami tidak pernah menilai salah atau kurang. Anak mau tampil saja itu sudah luar biasa,” ujar Isyana kepada Batam Pos di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, salah satu penampilan yang cukup menarik perhatian adalah fashion show yang dikemas kreatif dengan sentuhan budaya dan tema-tema unik menyerupai konsep festival. Menurutnya, konsep seperti ini masih jarang dilakukan di Batam sehingga perlu terus didorong.
“Di Batam mungkin belum banyak konsep seperti ini. Makanya kami dorong, bahkan sejak TK anak-anak sudah kami latih untuk percaya diri,” katanya.
Pentas seni di Mal BCS ini merupakan kali kedua digelar oleh SD Kartini 1 di ruang publik. Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di lingkungan sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan ke depan.
“Mudah-mudahan bisa kami agendakan setiap tahun. Anak-anak punya bakat, dan jika ditampilkan di ruang terbuka, kepercayaan diri mereka akan jauh lebih terasah,” ujarnya.
Konsep fashion show yang ditampilkan pun beragam, mulai dari busana kerajaan Jawa tempo dulu, pakaian adat Bali klasik, hingga kostum bertema peri. Menurut Isyana, tema yang luas sengaja dipilih agar anak-anak mengenal keragaman budaya dan berani bereksplorasi.
“Kami buat temanya luas, tidak hanya satu budaya saja,” kata dia.
Pemilihan Mal BCS sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan. Menurut Isyana, keramaian pengunjung mal menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak untuk melatih mental dan keberanian tampil di depan publik.
“Kalau pengunjungnya sepi tentu berbeda. Di tempat ramai seperti ini, tantangannya lebih besar dan mental anak-anak lebih terlatih,” katanya.
Pantauan Batam Pos, ratusan hingga ribuan pengunjung mal tampak berhenti dan menyaksikan penampilan para siswa SD Kartini 1. Setiap penampilan berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit dan seluruh rangkaian kegiatan digelar dalam satu hari.
Isyana juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar terus mendukung bakat anak-anak mereka, tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.
“Bakat anak bukan hanya soal akademik. Jangan pernah meremehkan bakat positif anak. Kalau dia suka bernyanyi, menari, atau tampil, itu harus didukung,” tegasnya.
Sementara itu, Retty, salah seorang wali murid, mengaku bangga melihat cucunya, Fazana Alula Shabirah, tampil percaya diri dalam fashion show dengan busana adat Jawa klasik. Alula, siswi kelas satu SD, menjadi peserta termuda di antara enam rekan timnya.
“Sejak masih TK dia memang sering ikut fashion show. Kami selalu mendukung,” ujar Retty.
Dalam penampilannya, Alula tergabung dalam tim beranggotakan enam anak yang mengenakan busana khas Jawa dari Yogyakarta. Meski menjadi yang paling kecil, Alula tampil anggun dan percaya diri di atas panggung, mengundang decak kagum para penonton. (***)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : PUTUT ARIYO