Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kondisi kelistrikan di wilayah perbatasan Provinsi Kepulauan Riau kembali menjadi sorotan. Anggota DPR RI Sturman Panjaitan menilai persoalan listrik di Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas hingga kini belum tertangani secara maksimal.
Sorotan tersebut disampaikan Sturman saat mengikuti rapat bersama Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo di tingkat nasional. Dalam rapat itu, Sturman menekankan pentingnya pemerataan akses listrik, terutama di wilayah hinterland.
Menurut Sturman, Kepulauan Riau relatif aman dari ancaman bencana besar seperti yang kerap terjadi di daratan Sumatera. Namun ironisnya, persoalan listrik justru masih menjadi keluhan utama masyarakat di daerah kepulauan.
Ia menyebut wilayah seperti Natuna, Anambas, dan Lingga masih kerap mengalami keterbatasan pasokan listrik. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat sekaligus memperlambat laju pembangunan daerah.
“Kepri ini bukan daerah rawan bencana besar, tetapi persoalan listriknya tak kunjung selesai, terutama di wilayah hinterland seperti Natuna, Anambas, dan Lingga,” ujar Sturman.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai kondisi tersebut sangat disayangkan, mengingat wilayah kepulauan memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kelautan.
Namun, potensi tersebut belum tergarap optimal akibat keterbatasan infrastruktur dasar.
“Padahal wilayah-wilayah ini memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata. Sayangnya, infrastruktur, khususnya listrik, masih sangat terbatas dan perlu peningkatan serius,” tegasnya.
Sturman juga meminta PLN lebih fokus pada penguatan distribusi listrik bertegangan tinggi. Menurutnya, sistem tersebut lebih efektif dan stabil untuk menjangkau wilayah kepulauan yang tersebar.
“PLN perlu fokus pada distribusi listrik bertegangan tinggi karena lebih efisien dan stabil dibandingkan tegangan rendah, terutama untuk daerah kepulauan,” katanya.
Sementara itu, PLN di Kabupaten Kepulauan Anambas mengklaim telah melakukan sejumlah langkah perbaikan. Fokus utama dilakukan di Pulau Siantan yang menjadi pusat pemerintahan daerah.
Manajer PLN Anambas Rian Sahputra mengatakan pihaknya terus melakukan pemeliharaan jaringan dan mesin pembangkit guna meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
“Kami intens melakukan pemeliharaan jaringan dan mesin pembangkit, terutama sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadan karena pada momen tersebut beban pemakaian listrik meningkat cukup signifikan,” ujar Rian.
Ia menambahkan, pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk meminimalkan potensi gangguan, khususnya pada jam-jam padat penggunaan listrik.
Rian juga memastikan kapasitas daya listrik di Anambas saat ini masih dalam kondisi aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Ini menjadi perhatian bagi PLN pusat. Dalam rapat kemarin, Anggota DPR RI menyampaikan keluhan terkait kondisi kelistrikan di daerah,” ujarnya.
Untuk tiga pulau besar di Anambas, yakni Pulau Siantan, Matak, dan Jemaja, Rian merinci total kebutuhan daya listrik berada di kisaran 8 megawatt (MW).
“Secara keseluruhan, kebutuhan listrik untuk tiga pulau besar di Anambas sekitar 8 MW dan hingga saat ini kapasitas pembangkit kami masih mencukupi. Kami pastikan pasokan listrik tetap aman dan terkendali,” pungkasnya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY