Buka konten ini

BALI (BP) – Perubahan gaya hidup masyarakat modern turut menggeser arah pengembangan properti hunian. Konsep wellness living dan cozy living kini menjadi pertimbangan utama dalam memilih tempat tinggal, khususnya di kawasan berorientasi global seperti Bali.
Hunian tidak lagi dipandang semata sebagai tempat bernaung, melainkan sebagai ruang yang mampu menghadirkan ketenangan, keseimbangan hidup, serta mendukung kualitas hidup jangka panjang.
Salah satu kawasan yang merasakan dampak positif dari tren ini adalah Canggu. Lingkungan alam yang masih asri, komunitas gaya hidup sehat yang terus berkembang, serta infrastruktur yang semakin memadai menjadikan Canggu diminati baik oleh pengguna akhir maupun investor, termasuk dari mancanegara.
Dari perspektif investasi, properti yang mengusung pendekatan wellness dinilai lebih tahan terhadap dinamika pasar. Tingkat okupansi relatif terjaga dengan masa sewa yang cenderung lebih panjang, terutama di destinasi internasional seperti Bali.
Direktur Marketing PT Asia Mas Realty, Kevin Daniel, menyebut setidaknya ada tiga faktor utama yang mendorong tingginya permintaan terhadap konsep hunian tersebut.
“Penyewa jangka menengah hingga panjang, seperti ekspatriat dan pekerja jarak jauh, cenderung memilih hunian yang menunjang kesehatan mental, dekat dengan fasilitas gaya hidup, serta nyaman untuk ditempati dalam waktu lama. Jadi, bukan hanya soal tampilan visual. Inilah yang membuat vila berkonsep wellness lebih adaptif terhadap perubahan pasar,” ujar Kevin.
Salah satu proyek yang mengadopsi konsep tersebut adalah Echovista, bagian dari kawasan terpadu Canggu Hills, yang dikembangkan sebagai vila residensial kelas premium. Keunggulan utama proyek ini juga terletak pada lokasi yang telah berkembang dengan baik.
Echovista berada tepat di depan Outdoor Mall Canggu Hills, pusat komersial dan gaya hidup terbaru di kawasan tersebut. Selain itu, lokasinya berada di jalur utama Canggu–Pererenan, yang menghubungkan area hunian dengan pantai, pusat kuliner, beach club, serta berbagai destinasi aktivitas bertaraf internasional.
Proyek ini menghadirkan empat pilihan tipe unit yang disesuaikan dengan kebutuhan hunian maupun investasi. Mulai dari tipe Acacia dengan luas tanah 312 meter persegi dan bangunan 347 meter persegi, Bougainvillea dengan luas tanah 260 meter persegi dan bangunan 287 meter persegi, Daisy dengan luas tanah 210 meter persegi dan bangunan 228 meter persegi, hingga tipe Edelweiss dengan ukuran lebih kompak, yakni luas tanah 140 meter persegi dan bangunan sekitar 124 meter persegi.
“Seluruh unit dirancang dengan fokus pada kualitas hidup. Fitur utamanya mencakup personal oasis sebagai area relaksasi privat, homey backyard sanctuary yang luas dan fleksibel untuk aktivitas, serta penerapan eco-tech yang mengoptimalkan keseimbangan ekosistem dan teknologi demi kenyamanan,” tambah Kevin. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO