Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Wilayah Kabupaten Karimun mulai memasuki musim kemarau. Sudah lebih dari sepekan hujan tidak turun. Kondisi ini berdampak pada debit air Waduk Sei Bati, waduk utama penyedia air bersih bagi masyarakat Karimun, yang mengalami penyusutan.
Direktur Perumda Tirta Karimun, Herry Budiarto, mengatakan debit air Waduk Sei Bati saat ini menyusut hingga sekitar dua meter.
“Sepertinya kita sudah masuk musim kemarau. Sumber utama Waduk Sei Bati selain mata air memang berasal dari curah hujan. Karena hujan tidak turun, debit air ikut berkurang,” ujarnya saat dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (22/1).
Ia menjelaskan, Waduk Sei Bati merupakan waduk utama untuk menyuplai air bersih ke pelanggan di Karimun. Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan akibat penyusutan tersebut, pihaknya mengaktifkan pompa air di Waduk Sentani yang berada di kawasan Jalan Poros.
“Air dari Waduk Sentani dipompa ke bak penampungan di Sei Bati. Kontribusinya sekitar 30 hingga 40 persen. Pompa di Waduk Sentani tidak dihidupkan selama 24 jam, hanya beberapa jam saja,” katanya.
Menurut Herry, pompa tambahan tersebut sudah diaktifkan sejak Selasa (20/1). Sementara itu, mesin pompa di Waduk Sei Bati tetap beroperasi penuh selama 24 jam.
“Alhamdulillah, sejauh ini kondisi tersebut belum mengganggu suplai air bersih ke pelanggan,” ujarnya.
Terkait rencana perbaikan atau penggantian pipa lama, Herry mengungkapkan hingga tahun ini belum tersedia anggaran. Usulan penggantian pipa ke pemerintah pusat juga belum terealisasi.
“Masih banyak pipa utama penyalur air bersih yang menggunakan pipa PVC atau pipa keras sejak tahun 1997. Karena keterbatasan anggaran, penggantian belum bisa dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebocoran umumnya terjadi pada pipa-pipa lama. Namun, selama bulan ini baru satu kali terjadi kebocoran.
“Mudah-mudahan sepanjang tahun ini tidak ada lagi pipa lama yang bocor atau pecah, sehingga distribusi air bersih tetap lancar,” tutupnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GUSTIA BENNY