Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kembali menunjukkan performa positif sepanjang 2025. Hingga 5 Desember, total PNBP yang dihimpun telah mencapai sekitar Rp126 miliar, melampaui target tahunan meski persentase capaian terlihat menurun dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kharisma Rukmana, menjelaskan bahwa persentase capaian PNBP pada 2024 mencapai 354 persen. Sementara tahun ini, capaian berada di angka 109 persen. Namun ia menegaskan, perbedaan itu bukan menggambarkan penurunan kinerja.
“Perbedaan persentase ini karena target PNBP tahun ini jauh lebih tinggi. Tahun lalu target hanya Rp41 miliar, sedangkan tahun ini mencapai Rp115 miliar,” ujarnya, Rabu (10/12).
Menurut Kharisma, sejumlah faktor ikut mendorong tingginya penerimaan PNBP Imigrasi Batam. Aktivitas ekonomi Batam yang dinamis sebagai pusat industri, kawasan ekonomi khusus, dan tujuan investasi menjadikan kota ini magnet bagi tenaga kerja asing (TKA) dan investor.
Permohonan ITAS, ITAP, serta perpanjangan izin tinggal menjadi penyumbang besar penerimaan.
Tingginya volume permohonan paspor juga menjadi faktor penting. Beragam layanan, mulai dari paspor reguler, layanan percepatan satu hari jadi, paspor simpatik, hingga layanan jemput bola dan prioritas terus meningkatkan pemasukan.
“Tingginya permintaan masyarakat menjadi faktor dominan pemasukan,” jelasnya.
Kharisma menambahkan, inovasi layanan turut memperluas jangkauan pelayanan imigrasi. Kehadiran Immigration Lounge, Paspor Simpatik, Layanan Izin Tinggal Reach Out, hingga Layanan Immicare di rumah sakit terbukti memberi dampak signifikan terhadap peningkatan PNBP.
“Inovasi layanan yang semakin dekat dengan masyarakat turut memberi dampak signifikan pada penerimaan PNBP,” ujarnya.
Dengan capaian Rp126 miliar hingga awal Desember, Imigrasi Batam diperkirakan kembali menutup tahun dengan penerimaan yang melampaui target. Kondisi ini sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai pusat layanan keimigrasian strategis di wilayah perbatasan. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO