Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyoroti masih adanya kapal yang nekat berlayar meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca buruk. Ia menyebut kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena dapat membahayakan keselamatan seluruh awak kapal.
Aneng menegaskan, peringatan cuaca dari BMKG bukan sekadar informasi biasa. Setiap nakhoda maupun agen kapal wajib memahami dan menaati imbauan tersebut untuk menghindari risiko di laut.
“Peringatan BMKG itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menyelamatkan nyawa. Jadi tolong benar-benar diperhatikan,” ujar Aneng saat meninjau Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa, Rabu (10/12).
Di pelabuhan, ia kembali menekankan bahwa keselamatan pelayaran harus
menjadi prioritas utama. Menurutnya, keputusan tetap berlayar di tengah cuaca
buruk merupakan tindakan yang tidak bijak.
Aneng menyinggung kasus hilangnya KM Pelangi 15 sebagai contoh nyata yang harus dijadikan pelajaran bersama. Kapal tersebut tetap berlayar meski otoritas pelabuhan dan BMKG telah meminta agar keberangkatan ditunda.
“Kita semua sedih dengan musibah itu. Jangan sampai kejadian serupa terulang hanya karena mengabaikan peringatan,” katanya.
Ia mengajak seluruh pelaku pelayaran—mulai dari nakhoda, agen kapal, hingga pemilik barang—untuk mengutamakan keselamatan dibandingkan keuntungan atau kepentingan lain. Menurutnya, memeriksa kondisi cuaca sebelum berangkat sama pentingnya dengan mengecek kondisi kapal.
“Risikonya besar sekali kalau dipaksakan,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa perubahan cuaca saat ini sangat cepat dan sulit diprediksi sehingga kewaspadaan harus semakin ditingkatkan. Ia meminta seluruh pihak tidak meremehkan peringatan dini BMKG.
Aneng berharap seluruh penyintas pelayaran di Anambas benar-benar mempelajari kasus KM Pelangi 15 dan menjadikannya pengingat bahwa laut dapat berubah sewaktu-waktu.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Kita tidak tahu kapan musibah datang,” tutupnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY