Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Aktivitas memasak kerap meninggalkan jejak berupa asap, bau, dan residu minyak yang jika dibiarkan menumpuk akan semakin sulit dibersihkan. Kondisi ini bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga memengaruhi kebersihan dan kualitas udara di dapur.
Untuk mencegah penumpukan residu tersebut, penggunaan cooker hood—perangkat penghisap asap yang umumnya dipasang di atas kompor—menjadi salah satu solusi yang banyak direkomendasikan. Alat ini bekerja dengan menyedot asap dan uap dari proses memasak, menyaringnya, lalu mengalirkannya keluar ruangan. Penggunaan cooker hood terbukti efektif mengurangi bau serta menghambat penempelan minyak pada permukaan furnitur dapur.
Dikutip dari Depo Bangunan, Minggu (30/11), ketiadaan cooker hood dapat menimbulkan sejumlah persoalan. Asap dan bau masakan akan bertahan lebih lama, bahkan menyerap hingga ke perabot. Pada dapur dengan ventilasi terbatas, udara panas dan aroma masakan dapat terjebak sehingga membuat ruangan terasa pengap. Selain itu, percikan minyak yang menempel pada dinding, meja, atau peralatan dapur memerlukan upaya ekstra untuk dibersihkan.
Dengan fungsi yang mampu menjaga kebersihan dan kenyamanan, cooker hood juga memberikan nilai tambah estetika apabila dipilih sesuai desain dapur. Depo Bangunan memberikan sejumlah panduan dalam menentukan jenis perangkat yang tepat.
Tiga Jenis Cooker Hood yang Umum Digunakan
Cooker Hood Dinding (Wall-mounted)
Cocok untuk dapur dengan kompor yang menempel pada dinding. Desainnya banyak ditemui pada dapur rumah tangga.
Cooker Hood Built-in
Terintegrasi dengan kabinet dapur sehingga memberikan tampilan lebih rapi dan modern.
Cooker Hood Island
Ideal untuk dapur dengan kompor yang terletak di tengah ruangan. Desainnya elegan dan mampu menjadi elemen dekoratif.
Selain jenisnya, kapasitas hisap juga perlu dipertimbangkan agar sesuai ukuran dapur. Untuk mereka yang sering memasak menggunakan minyak dalam jumlah banyak, cooker hood dengan filter karbon aktif dapat menjadi pilihan karena lebih efektif menyerap bau.
Perawatan Agar Cooker Hood Tetap Optimal
Agar berfungsi baik, perangkat ini perlu dirawat secara berkala. Filter aluminium dianjurkan dibersihkan setiap dua hingga empat minggu dengan air sabun hangat. Adapun filter karbon aktif sebaiknya diganti setiap enam bulan. Permukaan cooker hood juga perlu dilap menggunakan kain lembut dan cairan pembersih untuk menghilangkan lemak yang menempel.
Pemeriksaan berkala pada kipas dan motor penting dilakukan untuk memastikan tidak ada kotoran yang menyumbat. Sebagai langkah pencegahan, hindari memasak dengan api besar dalam waktu lama tanpa ventilasi tambahan agar motor tidak cepat panas.
Dengan pemilihan dan perawatan yang tepat, cooker hood dapat menjadi perangkat esensial untuk menciptakan dapur yang bersih, sehat, dan nyaman. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO