Buka konten ini

Malam di Tanjungpinang tak pernah lengkap tanpa Akau. Akau bukan nama jalan, bukan pula nama pahlawan. Ia lahir dari nama panggilan seorang pedagang kopi yang kini menjelma jadi simbol kuliner malam Tanjungpinang.
SUATU masa pada akhir 1950-an, di sebuah sudut Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang, berdirilah gerobak kopi sederhana milik seseorang. Tidak banyak yang tahu, dari sinilah muncul satu destinasi kuliner malam legendaris yang masyhur di seantero Kepulauan Riau. Bahkan hingga ke negeri seberang.
Terdapat beberapa versi asal usul nama destinasi kuliner legendaris di Tanjungpinang ini. Namun destinasi kuliner malam itu mempunyai nama yang masyhur sekaligus bernuansa klasik dan unik. Namanya adalah Akau.
Menurut versi salah seorang pedagang generasi kedua yang telah berdagang beberapa dekade, nama Akau sebagai destinasi kuliner malam yang terkenal itu, bermula dari Jalan Merdeka di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. Awalnya, destinasi kuliner malam ini tidak mempunyai nama dan Akau sesungguhnya bukan nama pahlawan, nama jalan atau tempat bersejarah di Tanjungpinang. Akau adalah nama marga seseorang. Nama seorang pedagang kopi keturunan Tionghoa.
Nama Akau itu sendiri mengambil nama seorang pedagang kopi bernama Ajang. Mendiang Ajang telah berdagang kopi sejak tahun 1959 di Jalan Merdeka kawasan Kota Lama Tanjungpinang.
Saat itu, orang-orang yang akrab menyapa mendiang Ajang yang menjual kopi itu, dengan nama marga Tionghoanya yaitu Akau. Sejak saat itu, nama panggilan Ajang yakni Akau, menjadi masyhur dan terkenal di seantero Tanjungpinang dan sekitarnya.
Sejak saat itu pula, nama Akau sangat akrab dan semakin populer di telinga masyarakat pencinta kuliner malam di Tanjungpinang. Siapa pun yang ingin pergi menikmati kopi, pasti akan ke Kota Lama Tanjungpinang.
Sekitar tahun 1959 di Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang, selain gerobak kopi Akau, hanya terdapat empat gerobak pedagang lainnya yang berjualan makanan mulai sore hingga malam hari.
Namun seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, pengunjung semakin ramai, pedagang kuliner di Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang, semakin bertambah dan berkembang.
Rata-rata saat itu yang berjualan berbagai kuliner adalah warga Tionghoa. Warga keturunan itu berdomisili di Jalan Merdeka dan Jalan Gambir Kota Lama Tanjungpinang.
Karena semakin banyaknya pedagang, sekitar tahun 1969, pihak berwenang atau pemerintah saat itu, memindahkan para pedagang kuliner itu ke Jalan Pos yang termasuk dalam kawasan Kota Lama Tanjungpinang.
Akau Lama di Jalan Pos yang Terkenal
Para pedagang kuliner yang awalnya berjualan, akhirnya satu-persatu pindah ke Jalan Pos yang berjarak hanya beberapa ratus meter saja dari Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang. Setelah beberapa tahun eksis di Jalan Pos Kota Lama Tanjungpinang, muncul lah satu nama destinasi kuliner legendaris ini, dengan sebutan yang masyhur yaitu Akau Lama.
Setelah berpindah lokasi, pedagang kuliner pun semakin hari semakin bertambah. Berbagai macam makanan dan kuliner khas Tanjungpinang tersedia di Akau Lama.
Akau Lama di Jalan Pos Kota Lama pun semakin eksis dan terkenal. Tidak hanya warga lokal Tanjungpinang saja yang berburu kuliner berbagai rasa. Namun, warga dari penjuru Kepulauan Riau yang berkunjung ke Tanjungpinang, juga merasakan sensasi menikmati kuliner malam di Akau Lama.
Bahkan lebih jauh, pelancong luar negeri dari Singapura dan Malaysia juga penasaran. Para pelancong dari negeri seberang itu juga pasti berburu dan menikmati kuliner khas berbagai rasa di Akau Lama.
Waktu berlalu, Akau Lama Jalan Pos Kota Lama Tanjungpinang, beroperasi cukup lama. Destinasi kuliner malam ini beroperasi lebih kurang 20 tahun.
Setelah hampir puluhan tahun eksis, Akau Lama kemudian berpindah. Pihak berwenang saat itu, kembali memindahkan destinasi kuliner malam itu ke lokasi baru.
Lokasi Akau Lama di Jalan Pos Kota Lama Tanjungpinang pun berubah menjadi pusat perdagangan. Salah satunya menjadi menjadi pusat perbelanjaan yaitu Bintan Mall Tanjungpinang.
Sekitar tahun 1990-an, pihak berwenang akhirnya memindahkan para pedagang di Akau Lama ke Jalan Potong Lembu Tanjungpinang. Lokasi tempat kuliner malam yang baru itu, berjarak lebih kurang 1,5 kilometer dari Akau Lama di Jalan Pos Tanjungpinang.
lokasi destinasi kuliner malam legendaris itu, berada di Jalan Potong Lembu, maka tempat ini dinamakan “Akau Potong Lembu” dan nama unik dan klasik Akau, tetap melekat hingga kini.
Histori Akau dan Kuliner Khas Cita Rasa Lokal
Di Akau Potong Lembu, pedagang banyak menjual kuliner khas pilihan seperti siput gonggong, mi miskin, haikeng, kwetiau dan sotong kering ketok. Selain itu, ada nasi goreng, mi goreng, sate Padang, nasi ayam, ikan bakar, skoteng dan lainnya. Menu minuman andalan adalah kopi O, kopi susu, teh obeng, es cendol dan aneka minuman nikmat lainnya.
Pedagang generasi kedua di Akau yakni Abdul Gafar (50), mengatakan, saat ini ia melanjutkan estafet bisnis dari orang tuanya dengan menjual sate Padang, nasi goreng berbagi rasa dan kwetiau.
Abdul Gafar yang dikenal dengan nama panggilan Apo oleh pelanggannya ini, menuturkan, ayahnya yaitu Harmaini pertama kali berjualan sate Padang di kawasan Jalan Merdeka Kota Lama Tanjungpinang.
Apo bercerita, sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia telah ikut membantu ayahnya Harmaini, berdagang sate Padang di Akau Lama Jalan Pos Kota Lama Tanjungpinang.
Sehingga, Apo mengetahui persis bagaimana histori berdirinya destinasi kuliner legendaris ini. Orang tuanya yakni Harmaini, berjualan sate di Jalan Merdeka. Tepatnya di samping Ajang atau Akau berjualan kopi.
Nama Akau itu sendiri, tutur Apo, mengambil nama seorang pedagang kopi keturunan Tionghoa bernama Ajang. Mendiang Ajang telah berdagang kopi sejak tahun 1959 di Jalan Merdeka kawasan Kota Lama Tanjungpinang.
“Nama aslinya Ajang, orang-orang memanggilnya nama marganya yaitu Akau. Mendiang Akau jualan kopi setiap sore di Jalan Merdeka. Orang tua kami dan Akau berjualan berdampingan,” ungkapnya.
Apo melanjutkan, pada tahun 1969, orang tuanya termasuk Akau juga ikut pindah berdagang dari Jalan Merdeka ke Akau Lama di Jalan Pos Kota Lama Tanjungpinang.
“Saat itu, setiap sore, menjelang dan sesudah Magrib, warga berbondong-bodong menuju tempat Akau untuk ngopi dan makan sate,” kenang Apo.
Sejak saat itulah, kata Apo, nama Akau melekat diingatan masyarakat penikmat kopi dan pemburu kuliner malam di Tanjungpinang dan sekitarnya. Bahkan wisatawan dari luar negeri turut menyambangi Akau Potong Lembu.
Sekitar tahun 1990-an, lanjut Apo, pemerintah Tanjungpinang akhirnya memindahkan para pedagang di Akau Lama Jalan Pos ke Jalan Potong Lembu yang berada di Batu 1 Tanjungpinang.
Lokasi destinasi kuliner malam legendaris yang baru itu, jelas Apo, hanya berjarak lebih kurang 1,5 kilometer dari Akau Lama di Jalan Pos Kota Lama Tanjungpinang.
Menurutnya, tidak banyak perbedaan antara Akau Jalan Merdeka, Akau Lama dan Akau Potong Lembu. Tetap menjadi destinasi kuliner malam favorit yang tersedia banyak menu makanan khas pilihan mulai sore hingga malam hari.
Saat ini, tambah Apo, banyak tempat makan atau pusat kuliner hingga restoran modern di Tanjungpinang. Namun Akau Potong Lembu Tanjungpinang, tetap menjadi favorit dan pilihan.
“Ngopi di sini bikin betah, Kalau mau Salat, masjid ada di samping Akau dan ada toilet umum. Yang jelas sekarang, Akau Potong Lembu tampil lebih modern, lebih bersih dan rapi,” tutup Apo. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : FISKA JUANDA