Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Pemerintah semakin menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Di Batam, langkah konkret terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian dan pemerintah daerah, dalam menyiapkan dapur umum.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, pada Rabu (9/7), turun langsung meninjau kesiapan Dapur Makan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polresta Barelang di Komplek Ruko Winner Junction, Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung.
Didampingi sejumlah pejabat utama Polresta dan Kapolsek Sagulung, pengecekan dilakukan untuk memastikan dapur siap beroperasi dalam waktu dekat.
Bangunan yang digunakan terdiri dari empat unit ruko tiga lantai. Lantai satu difungsikan sebagai dapur utama, gudang, dan ruang penyimpanan logistik. Lantai dua digunakan untuk ruang rapat, musala, dan tempat istirahat petugas.
Kapolresta mengapresiasi penataan ruangan yang dinilai higienis dan memenuhi standar pelayanan publik.
“Ini bukan sekadar dapur, tapi bentuk nyata kepedulian kami dalam mendukung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” kata Zaenal. Ia berharap keberadaan SPPG dapat menjadi jembatan penguat hubungan sosial antara Polri dan masyarakat.
Usai proses renovasi rampung, dapur ini tinggal menunggu pembersihan akhir sebelum resmi beroperasi. Targetnya, dapur mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan gizi di wilayah hukum Polresta Barelang.
Sebelumnya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga telah meresmikan dapur umum MBG di wilayah Teluk Padan, Kelurahan Tanjunguncang, Sabtu (29/6). Dapur yang dikelola Yayasan Pasundan Pratiwi ini akan menyuplai makanan bergizi ke enam sekolah mulai pertengahan Juli, dengan total 3.149 porsi per hari.
Amsakar menegaskan bahwa dapur umum memainkan peran penting dalam menyukseskan program nasional tersebut.
“Kita semua punya tanggung jawab menjamin anak-anak kita mendapatkan gizi seimbang agar tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya. Ia pun meninjau langsung kesiapan fasilitas dan distribusi dapur.
Ketua pengelola dapur, Apeng, memastikan seluruh persiapan telah rampung. “Kami tinggal menunggu hari pelaksanaan. Semua fasilitas sudah lengkap dan siap digunakan,” ujarnya.
Ia juga menjamin distribusi makanan akan dilakukan tepat waktu dan sesuai standar kebersihan yang telah ditetapkan.
Program MBG menjadi strategi nasional dalam mengatasi kekurangan gizi pada pelajar. Lewat kolaborasi lintas sektor seperti ini, pemerintah berharap manfaat nyata bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi penerus bangsa. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK