Buka konten ini
Dua tahun silam menjadi titik terendah bagi Yuni Suciana. Dia harus menelan pil pahit ditipu hampir Rp100 juta dalam bisnis online. Uang tabungan ludes. Namun, dari keterpurukan itu Yuni justru menemukan jalan baru yang mengantarkannya pada kesuksesan. Griya Tahu, bisnis keripik tahu walik yang dia lakoni dengan melihat peluang.
YUNI memulai perjalanan merantaunya ke Balikpapan pada 2008, bersamaan dengan tekadnya untuk berwirausaha. Sejak kuliah, dia memang dikenal sebagai sosok yang tak bisa diam. ”Orang lain liburan, saya cari pengalaman, cari kerjaan. Ikut orang jualan di pinggir jalan saja saya lakoni. Mental sudah terbentuk,” kenangnya.
Berbagai lini bisnis dia jajal, mulai dari online shop hingga ekspedisi, semua ditekuni dengan sungguh-sungguh. Setelah sempat menikmati zona nyaman dengan usahanya yang mulai stabil, cobaan besar datang pada 2023. Ajakan investasi dalam bisnis online membuatnya terlena. Tanpa disadari, terjerat penipuan yang menguras habis seluruh hartanya.
“Sampai saya pernah tidak pegang uang sepeser pun untuk beli beras. Itu ujian yang sangat berat,” ujarnya dengan nada getir. Pengalaman pahit itu meninggalkan pelajaran berharga baginya, jangan mudah percaya investasi yang terlalu menggiurkan.
Musibah yang menimpanya justru menjadi cambuk. Pada September 2023, sebuah ide muncul.
Memulihkan ekonomi dengan berjualan tahu walik. Meski mengaku awalnya tidak bisa masak sama sekali, semangat dan kemauan kuatnya mendorongnya untuk belajar secara autodidak.
Berawal dari produksi 10 bungkus yang terasa begitu lama terjual, Yuni tak menyerah. Terus bereksperimen hingga menemukan resep keripik tahu walik yang pas, dengan cita rasa gurih, renyah, dan ”kress” yang khas.
”Saya pertahankan untuk kerenyahan dan rasanya, beda dari yang lain,” tegasnya.
Perempuan kelahiran 1984 itu menyadari betul bahwa untuk mengembangkan usahanya secara profesional, aspek legalitas tak bisa dikesampingkan. Dia mendatangi kantor dinas terkait di Balikpapan untuk bertanya tentang perizinan.
Proses melengkapi perizinan pun dijalani dengan mandiri. Mulai dari mengurus izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), NIB (Nomor Induk Berusaha), sertifikat halal, hingga HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk merek Griya Tahu.
Semua dia urus satu per satu. Lika-liku birokrasi dan bahkan hampir tertipu lagi saat diajak kerja sama dengan mantan chef hotel bintang empat pun berhasil dia lalui dengan kepala tegak. Dalam hal pemasaran, Yuni tak sungkan untuk terjun langsung. Layaknya seorang sales, keliling Balikpapan dari satu warung makan ke warung makan lain, dari satu toko ke toko lain, menawarkan produknya.
”Ada yang nerima, ada yang nolak. Tapi saya pantang menyerah, tidak putus asa. Tetap saya lakoni dan jalani,” ceritanya. Kegigihan itu berbuah manis. Kini, keripik tahu walik Griya Tahu sudah berhasil menembus 50 toko retail di Balikpapan, dan jangkauannya meluas ke beberapa daerah di Kaltim. Bahkan hingga Palangkaraya, serta beberapa titik di Banjarmasin. (***)
Reporter: Yuni Suciana Editor: Alfian Lumban Gaol