Buka konten ini
BEIJING (BP) – Tiongkok mengambil langkah baru dalam teknologi militer luar angkasa. Mereka mengembangkan sistem pertahanan inovatif untuk stasiun luar angkasa mereka, Tiangong.
Beijing tengah merancang robot cerdas berbasis akal imitasi (AI) yang bertindak seperti ’’anjing penjaga’’. Robot tersebut mampu mendorong objek mencurigakan menjauh dari orbitnya.
Robot tersebut dirancang tim ilmuwan dari Pusat Ilmu Antariksa Nasional Tiongkok yang dipimpin Sun Zhibin. ’’Alih-alih merusak, robot ini akan mengusir objek asing dengan dorongan fisik,’’ kata Sun dalam presentasi di Nanjing University of Information Science and Technology sebagaimana dikutip Fast Company, Kamis (12/6).
Robot tersebut bakal menggunakan sensor cerdas, lengan robotik, mekanisme kait, serta pendorong kecil untuk melakukan manuver orbital presisi. Termasuk menavigasi objek asing keluar dari jalur stasiun luar angkasa Tiangong.
Sistem tersebut merupakan bagian dari teknologi berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi dan merespons potensi ancaman orbital secara otomatis. Tujuannya, mencegah tabrakan sekaligus menghindari terciptanya serpihan berbahaya di orbit. “Jika kita menabrak benda asing, akan muncul puing yang sangat berbahaya. Solusi terbaik adalah menyingkirkannya tanpa merusaknya,” ujar Sun Zhibin.
Pengembangan sistem itu tidak lepas dari insiden pada 2021. Ketika itu dua satelit Starlink dari SpaceX nyaris bertabrakan dengan Tiangong. Tiongkok melaporkan manuver penghindaran darurat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menuduh Starlink melakukan pendekatan tanpa pemberitahuan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO