Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Pemberian potongan harga tiket kapal sebesar 50 persen untuk rute dari Pelabuhan Kijang, Bintan, ternyata belum mampu mengerek jumlah penumpang. Dua kapal utama milik PT Pelni, yakni KM Bukit Raya dan KM Tidar, masih melayani penumpang dalam jumlah yang relatif normal, tanpa lonjakan berarti.
“Jumlah penumpang belum mengalami peningkatan yang signifikan,” kata Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra Kencana, Selasa (10/6).
Program diskon 50 persen ini merupakan kebijakan nasional dari PT Pelni pusat, yang berlaku mulai 5 Juni hingga 31 Juli. Potongan harga tersebut dikenakan terhadap tarif dasar tiket kapal penumpang yang masuk dalam daftar program diskon nasional.
Menurut Putra, meski diskon berlaku di seluruh Indonesia, realisasinya tetap bergantung pada kuota yang ditetapkan pusat. Hingga kini, ia masih menunggu informasi resmi terkait besaran kuota tiket diskon yang dialokasikan untuk wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya.
“Total kapal yang mendapat fasilitas diskon ini ada 25 unit. Tapi kuota pastinya kami belum dapat,” ujarnya.
Untuk wilayah Pulau Bintan, kapal yang masuk dalam program diskon tiket adalah KM Bukit Raya dan KM Tidar.
Keduanya melayani rute antarpulau di Kepulauan Riau dan sekitarnya. Sementara itu, kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 48, yang berangkat dari Pelabuhan Tanjungpinang, tidak termasuk dalam program ini.
“Yang dari Pelabuhan Kijang itu KM Tidar, sedangkan dari Tanjungpinang adalah KM Sabuk Nusantara 48. Tapi kapal perintis memang tidak masuk program diskon,” kata Putra.
Meski belum berdampak besar terhadap jumlah penumpang, pihak Pelni berharap potongan harga ini bisa mendorong mobilitas masyarakat di musim libur panjang pertengahan tahun. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO