Buka konten ini
LONDON (BP) – Wide attacker Iliman Ndiaye mencetak gol penutup Everton di Goodi-son Park, Liverpool, ke gawang Southampton FC pada Minggu (18/5). Penutup sejarah stadion yang ditempati Everton sejak 1892 tersebut.
Sejak Boxing Day tahun lalu, Goodison Park tidak pernah gagal full house. Rata-rata per laga Premier League dihadiri 39 ribu penonton lebih. Puncaknya kemarin (19/5). Tribun Goodison Park dipenuhi 39.201 penonton. Kapasitas maksimal adalah 39.414 penonton.
Bukan hanya disesaki Evertonians – sebutan fans Everton. Para legenda klub berjuluk The Toffees itu turut hadir. Mulai dari Peter Reid, Graeme Sharp, Duncan Ferguson, Wayne Rooney, maupun 60 legenda Everton lainnya duduk di tribun Goodison Park.
Mereka hadir bukan karena Everton menjalani laga kandang terakhir musim ini. Melainkan juga ingin jadi saksi perpisahan Everton dengan Goodison Park, stadion yang jadi ”rumah” Everton sejak 1892 atau 14 tahun setelah berdirinya klub. Mulai musim depan, Everton bermarkas di rumah barunya, Hill Dickinson Stadium, dengan kapasitas lebih besar atau 52.888 penonton.
Meski Hill Dickinson Stadium adalah stadion baru dan lebih besar, para legenda Everton menganggap akan sulit menggeser magis Goodison Park. The Grand Old Lady, julukan Goodison Park, diakui Duncan Ferguson sudah melekat bagi Everton. “Goodison Park sudah seperti jantung kami,” sebut Ferguson seba-gaimana dilansir TNT Sports.
“Atmosfer yang kami rasakan di Goodison Park akan sulit didapatkan di stadion baru nanti,” sambung mantan pelatih interim Everton itu. “Kami merasakan laga-laga di sini (Goodison Park), lebih dari sekadar laga sepak bola. Ini tentang keluarga dan rumah bagi kami,” timpal legenda Everton lainnya, Tim Cahill.
Meski ditinggalkan Everton musim depan, Goodison Park sejatinya tetap jadi milik Evertonians. Mereka bisa mendukung tim wanita Everton yang akan bermarkas di sana. Sebuah museum juga dibangun untuk mengenang histori The Grand Old Lady. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG