Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam melakukan pemangkasan pohon penghijauan di sepanjang Jalan Puteri Hijau, Sagulung. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi pepohonan yang terlampau rimbun dan rawan tumbang, terutama saat hujan deras.
Pemangkasan dilakukan sebagai respons atas insiden tumbangnya salah satu pohon pada Minggu (18/5) lalu akibat hujan lebat disertai angin kencang. Dahan-dahan besar yang jatuh sempat menghalangi arus lalu lintas dan membuat pengguna jalan panik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Perkimntan setelah menerima laporan dari warga.
“Kami langsung tindak lanjuti. Pepohonan yang dinilai membahayakan pengguna jalan segera dipangkas dan dirapikan,” ujarnya, Senin (19/5).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memasang spanduk atau menancapkan paku pada batang pohon. “Hal-hal kecil seperti itu bisa mempercepat kerusakan dan membuat pohon mudah patah,” tegasnya.
Warga menyambut baik langkah cepat pemerintah, namun berharap perawatan dilakukan secara berkala, bukan hanya setelah insiden terjadi. Kawasan ini diketahui ramai tiap akhir pekan karena adanya pasar kaget yang padat pengunjung.
“Hujan hari Minggu kemarin itu banyak yang patah dahan, bahkan ada yang tumbang. Rawan sekali. Untung tak timpa warga,” kata Usman, warga sekitar.
Fitri, pedagang pasar kaget di lokasi, juga menyampaikan harapannya. “Kami tiap minggu di sini, takut juga kalau hujan besar tiba-tiba. Semoga sekarang lebih aman setelah dipangkas,” katanya.
Selain di Jalan Puteri Hijau, warga juga meminta agar pohon-pohon besar di jalan utama lainnya turut dicek dan dirawat secara rutin. Mereka berharap pemerintah terus aktif menjaga keamanan lingkungan, terutama saat musim hujan.
Perkimntan menyatakan akan menjadwalkan pengecekan berkala terhadap seluruh pepohonan di jalur padat lalu lintas dan keramaian publik. Tindakan preventif seperti ini dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kegiatan pemangkasan ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan ruang hijau kota sebagai bagian dari sistem keamanan dan kenyamanan publik. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK