Buka konten ini
Hipertensi dan aritmia adalah dua kondisi yang kerap datang beriringan tanpa gejala mencolok. Kombinasi keduanya bisa berujung kematian mendadak, sayangnya, masih sering diabaikan.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia. Peringatan ini relevan, sebab hipertensi adalah salah satu penyebab aritmia. “Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja keras. Lama-kelamaan ruang jantung membesar, dan di situlah muncul perubahan struktur yang memicu aritmia,” terang dokter.
Jenis aritmia yang umum akibat hipertensi adalah fibrilasi atrium, yang berisiko menyebabkan stroke jika tidak ditangani.
Dokter juga menyarankan untuk memeriksa tekanan darah di rumah secara berkala, dikenal dengan istilah home blood pressure monitoring. Tentunya dengan pengukuran tensi yang benar. Hal ini penting karena banyak penderita hipertensi tak merasakan gejala apa pun.
Kapan Harus ke Dokter?
Di Kota Batam, kasus aritmia tergolong banyak, meski data pastinya belum tersedia. “Yang datang ke rumah sakit itu yang sudah punya keluhan. Yang tanpa gejala mungkin masih banyak dan belum terdeteksi,” kata dokter Fandi.
Masyarakat disarankan berkonsultasi ke dokter apabila mengalami detak jantung yang tidak wajar/jantung berdebar, pingsan berulang, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung mendadak.
“Deteksi dini adalah kunci. Dengan teknologi dan pengobatan saat ini, aritmia bukan lagi akhir cerita,” tutup dokter. (*)