Buka konten ini
BATAM (BP) – Dua pelaku begal berinisial AB dan HS ditangkap polisi usai beraksi di depan Perumahan Puri Asri, Nongsa, Kamis (15/5) malam. Mereka menggunakan celurit dan pistol mainan untuk menodong korban.
“Ya, pelaku menggunakan pistol mainan untuk menakut-nakuti korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, Jumat (16/5).
Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku menghadang korban yang sedang berboncengan dengan pasangannya. Dengan mengancam menggunakan senjata tajam dan pistol mainan, mereka merampas sepeda motor, satu laptop, dan dua ponsel.
Aksi mereka terungkap berkat pelacakan GPS dari salah satu ponsel milik korban. Bersama polisi, korban menelusuri sinyal ponsel hingga ke Perumahan Cipta Mandiri. Di lokasi itu, polisi menggerebek sebuah rumah dan menangkap kedua pelaku.
“Barang bukti ditemukan di dalam rumah pelaku dan telah kami amankan,” jelas Debby.
Debby juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, khususnya di malam hari. “Jika menjadi korban tindak kejahatan, segera laporkan agar bisa kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi Nugroho, menambahkan penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat. Tim patroli yang bergerak cepat berhasil menemukan pelaku berdasarkan sinyal GPS dari ponsel korban.
“Saat digerebek, kedua pelaku sempat melawan, tapi berhasil dilumpuhkan. Di dalam rumah juga ada istri dari salah satu pelaku dan tiga anaknya,” ungkap Joko.
Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban, satu laptop, dua unit ponsel, sebilah celurit, pistol mainan berwarna hitam yang digunakan untuk mengancam, serta satu kendaraan milik pelaku.
“Setelah diamankan, pelaku dan barang bukti langsung diserahkan ke Mapolresta Barelang untuk ditindaklanjuti Satreskrim,” ujar Joko.
Keduanya kini ditahan dan menjalani pemeriksaan lanjutan terkait tindak pidana yang dilakukan.
Sementara itu, salah satu warga Perumahan Cipta Mandiri mengaku sempat terkejut dengan penangkapan tersebut. “Kami tidak begitu mengenal mereka. Rumah itu memang sering berganti penghuni,” katanya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI – YASHINTA
Editor : RYAN AGUNG