Buka konten ini
ROMA (BP) – Skandal penggunaan doping memaksa Jannik Sinner “menghilang” tiga bulan terakhir. Pekan ini, Sinner bisa kembali bermain dalam ajang Italian Open.
Sinner bakal langsung lolos dalam Babak 64 Besar yang digelar 9 Mei mendatang di Foro Italico, Roma. Namun, petenis 23 tahun tersebut masih harus menunggu petenis yang akan jadi lawannya.
Meski berstatus sebagai pemain unggulan dalam turnamen tersebut, Sinner tidak terlalu berekspektasi tinggi dalam turnamen comeback-nya ini. Sebaliknya, dia memilih comeback tanpa beban.
“Secara umum, turnamen ini (Italian Open) adalah turnamen dengan ekspektasi yang sangat-sangat rendah bagiku. Begitu pula ketika membahas kemungkinan hasilnya nanti,” sebut Sinner.
Kali terakhir, Sinner bertanding dalam final Australian Open 2025, di Rod Laver Arena, Melbourne, 26 Januari lalu. Ketika itu, Sinner mengandaskan perlawanan petenis Jerman Alexander Zverev 6-3 7-6 (7-4) 6-3.
Sinner mengakui, dia memang berharap akan mencapai level seperti saat dirinya tampil impresif mengalahkan Zverev tersebut. Tetapi tidak langsung dalam Italian Open nanti.
“Itu akan datang secara perlahan-lahan seiring dengan berjalannya waktu bermainku. Setelah pertandingan pertamaku nanti, aku baru memiliki gambaran sampai di level mana aku saat ini,’’ tutur petenis berkebangsaan Italia tersebut.
Pelatih kebugarannya Marco Panichi sudah berusaha agar Sinner bisa kembali dalam performa terbaiknya pada ajang Italian Open. Mantan pelatih kebugaran Novak Djokovic itu sudah memberikan program latihan berat kepada Sinner.
“Jannik sudah tidak tahan dengan program latihan ini. Tapi, kami memanfaatkan periode yang tidak pernah terjadi pada petenis. Kami membuat program yang fokusnya lebih banyak pada atletik dan program jangka panjang,” tutur Panichi kepada Sky Sport. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG