Buka konten ini

BATAM (BP) – Dua kelompok terbang (kloter) pertama dan kedua yang masing-masing membawa 445 jemaah calon haji (JCH) dari Embarkasi Batam (BTH) telah tiba dengan selamat di Madinah. Kloter pertama mendarat pada Jumat (2/5) siang waktu Saudi, disusul kloter kedua pada Sabtu (3/5) siang.
Seluruh jemaah yang berasal dari Kepri meliputi Batam, Tanjungpinang, dan Tanjungbalai Karimun dilaporkan dalam kondisi sehat saat pesawat maskapai Saudi Arabian Airlines mendarat mulus di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.
Setibanya di bandara, jemaah langsung diberangkatkan dengan bus ke hotel masing-masing yang berlokasi tidak jauh dari Masjid Nabawi. Di kota suci ini, para JCH akan menjalani ibadah arbain selama delapan hari.
”Alhamdulillah, kami sudah sampai di Madinah, semua jemaah sehat walafiat,” ujar Zul Arief, salah satu JCH Kloter 2 kepada Batam Pos melalui pesan whatsApp.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain, membenarkan bahwa dua kelompok terbang (kloter) pertama jemaah calon haji (JCH) telah tiba di Madinah. Keduanya merupakan bagian dari total 11.840 JCH yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Batam pada musim haji 1446 H/2025.
Jumlah tersebut terdiri atas 11.732 jemaah dan 108 petugas kloter, yang terbagi dalam 27 kloter. Proses pemberangkatan dibagi menjadi dua gelombang.
Gelombang pertama dengan rute Batam-Madinah berlangsung dari 2 hingga 15 Mei 2025 untuk kloter 1 hingga 14. Gelombang kedua, Batam-Jeddah, dijadwalkan dari 17 hingga 31 Mei 2025 untuk kloter 15 hingga 27.
“Setiap kloter didampingi oleh empat petugas, yaitu ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi jemaah lansia,” ujar Zulkarnain, Sabtu (3/5).
Menurutnya, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup signifikan tahun ini. Hingga saat ini, tidak ditemukan kendala berarti dalam aspek kesiapan fisik maupun kesehatan jemaah lansia.
“Petugas telah mengikuti pelatihan intensif dan dibekali fasilitas pendukung untuk memastikan kenyamanan jemaah lansia selama di Tanah Suci,’ ujarnya lagi.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan petugas maupun sarana-prasarana terus ditingkatkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.
JCH yang diberangkatkan melalui Embarkasi Batam tahun ini berasal dari empat provinsi, yakni Riau sebanyak 5.033 jemaah, Jambi 2.910 jemaah, Kalimantan Barat 2.505 jemaah, dan Kepulauan Riau 1.284 jemaah.
“Riau menjadi provinsi dengan jumlah jemaah terbanyak, disusul Jambi, Kalimantan Barat, dan Kepri,” sebut Zulkarnain.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan petugas profesional, PPIH Embarkasi Batam optimistis penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lebih baik, tertib, dan penuh keberkahan bagi seluruh jemaah.
Optimisme ini juga diungkapkan Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah. Menurutnya, keberangkatan jemaah dari Embarkasi Batam berlangsung tertib dan lancar.
Hal ini berkat sinergi antara manajemen PT Bandara Internasional Batam (BIB), maskapai penerbangan, petugas ground handling, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH), serta berbagai instansi terkait.
Pikri mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang terlibat dalam proses keberangkatan.
“Seluruh tahapan berjalan aman dan tertib. Jemaah tidak perlu menunggu lama di ruang tunggu, karena langsung diarahkan dari asrama haji ke pesawat,” ujarnya, Sabtu (3/5).
Sebagai bentuk pelayanan prima, Bandara Internasional Hang Nadim juga menyiapkan fasilitas khusus bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas. Fasilitas tersebut mencakup kursi roda, petugas pendamping, serta ruang tunggu modern yang ramah jemaah.
Bandara Hang Nadim merupakan salah satu gerbang utama pemberangkatan jemaah haji dari Kepri, Riau, Pontianak, dan Jambi. Menyambut musim haji tahun ini, manajemen bandara memastikan kesiapan infrastruktur dan pelayanan optimal.
“Dengan kesiapan penuh di semua lini, kami berkomitmen memberikan layanan terbaik agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” tambah Pikri.
Musim haji 2025 menjadi momentum penting bagi Bandara Hang Nadim untuk memperkuat peran strategisnya sebagai simpul transportasi udara di wilayah barat Indonesia. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : MUHAMMAD NUR