Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meresmikan 13 unit bus Trans Batam baru dalam sebuah seremoni di halaman Kantor Wali Kota Batam, Rabu (30/4). Armada baru ini dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau Articial Intelligence (AI) guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Teknologi AI yang disematkan mampu memantau perilaku pengemudi secara real time, termasuk mendeteksi aktivitas berisiko seperti bermain ponsel, merokok, hingga mengantuk saat berkendara. Jika terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan otomatis hingga laporan untuk evaluasi.
Selain fitur keselamatan berbasis AI, bus dilengkapi tombol stop request (layanan berhenti), layar hiburan, serta interior ergonomis dan bersih. Kehadiran fasilitas modern ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan pelayanan publik dan memperluas jangkauan transportasi di wilayah pengembangan.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan mendekatkan akses angkutan di beberapa koridor. Kita ingin masyarakat lebih nyaman menggunakan transportasi umum,” ujar Amsakar.
Ia berharap keberadaan armada baru dapat secara bertahap mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Pelayanan yang lebih baik dan jaringan yang makin luas dinilai efektif mengurai kemacetan di sejumlah titik.
Trans Batam juga dinilai ramah bagi pelajar. “Pelajar hanya membayar setengah dari tarif umum. Jauh lebih aman dan efisien dibandingkan naik motor sendiri,” imbuhnya.
Peluncuran ini disebut sebagai bagian dari komitmen politik Amsakar. Ia menyatakan tengah menggenapi tujuh janji programnya yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Batam, Salim, menambahkan, armada baru ini menjadi bagian dari transformasi transportasi publik. Fasilitas yang aman dan modern diharapkan menjadi daya tarik bagi warga.
“Kami menargetkan lonjakan jumlah penumpang dalam lima tahun ke depan, seiring pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi dan ramah lingkungan,” ungkapnya.
Setiap unit bus menelan biaya Rp1,1 miliar. Pendanaannya menggunakan skema Buy The Service (BTS), dimana pemerintah memberi subsidi kepada operator swasta untuk menjalankan armada.
Skema BTS dinilai efektif mendorong peran swasta dalam penyediaan layanan transportasi berkualitas, dengan pemerintah tetap berperan sebagai regulator dan pengawas mutu layanan.
Baru Diresmikan, AC Bus Trans Batam Sudah Bocor
Belum genap sehari beroperasi, salah satu bus baru Trans Batam mengalami kebocoran pada sistem pendingin udara (AC). Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/5) pagi saat bus berangkat dari Halte Tiban menuju Batam Center.
Dalam video yang beredar, tampak air mengucur dari saluran AC di dalam kabin. Beberapa kursi penumpang terlihat basah akibat percikan air, membuat perjalanan terasa tidak nyaman bagi sebagian penumpang.
Agus, salah satu penumpang yang ikut dalam perjalanan tersebut, mengaku terkejut dengan kondisi di dalam bus.
“Tadi (kemarin) pagi berangkat sekitar pukul 7.00 kurang dari Tiban. AC bocor, deras sekali,” ujar Agus.
Ia menambahkan, meskipun jumlah penumpang tidak padat, beberapa orang terpaksa berpindah tempat duduk untuk menghindari tetesan air. Kondisi tersebut cukup disayangkan, mengingat bus yang digunakan adalah armada baru yang baru saja diresmikan sore sebelumnya.
“Heran juga, kok bisa bus baru sudah bocor begini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Trans Batam maupun Dinas Perhubungan Kota Batam terkait penyebab kebocoran AC tersebut. Insiden ini memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pengadaan dan perawatan armada baru yang digunakan untuk transportasi massal di Batam. (*)
Reporter : ARJUNA – YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK