Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Berakhirnya program bantuan pembelian sepeda motor listrik sebesar Rp 7 juta telah menimbulkan tantangan besar bagi industri sepeda motor listrik di Indonesia. Ada perlambatan produksi karena masih ada stok yang belum diserap. Perencanaan jangka panjang yang telah dibuat oleh industri sejak program subsidi berjalan, mengalami tantangan dalam realisasinya.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) pun mendesak pemerintah untuk membuat peta jalan kendaraan listrik (khususnya sepeda motor listrik) dan fokus membantu pertumbuhan supply chain industri sepeda motor listrik. Dengan membangun ekosistem dan supply chain secara efektif, diharapkan industri dapat memproduksi sepeda motor listrik yang terjangkau dan memiliki kualitas yang andal.
Selain itu, SPKLU sepeda motor listrik perlu diperbanyak. Pemerintah juga perlu serius menyiapkan industri lokal agar dapat memproduksi produk hulu ke hilir dengan kualitas yang baik.
Lebih lanjut, Aismoli berharap pemerintah mendukung pertumbuhan sepeda motor listrik melalui kebijakan-kebijakan non-fiskal seperti pembebasan dari aturan ganjil genap, penerapan Electronic Road Pricing (ERP) berdasarkan sumber penggerak kendaraan ramah lingkungan di ruas jalan tertentu. Kemudian, zona parkir gratis khusus sepeda motor listrik, kemudahan pengurusan surat dan perizinan, dan pengaturan lembaga pemerintah untuk menggunakan kendaraan listrik.
”Pemerintah dapat berperan sebagai pengarah dalam mengoordinasikan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem sepeda motor listrik,” kata Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi, Kamis (1/5).(*)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny