Buka konten ini
GRESIK (BP) – Baru saja Eko Prakoso duduk setelah selesai menghitung uang karcis dari para penumpang. Tiba-tiba tubuh kondektur bus PO Rajawali itu terdorong dengan keras ke kursi di depan tempat dia duduk.
Dalam kondisi panik, Eko pun berusaha keluar dari dalam bus sembari membantu penumpang yang berjumlah 15 orang. Saat itulah dia baru sadar sepenuhnya apa yang terjadi di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik, Jawa Timur, Kamis (10/4) pagi pukul 05.42 tersebut: bus jurusan Surabaya–Tuban yang dia kondekturi ”adu banteng” atau bertab-rakan dengan sebuah mobil Isuzu Panther.
“Semua penumpang bus selamat. Hanya sopir dan kondektur yang terluka,” kata-nya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos).
Tapi, tidak demikian dengan sopir dan enam penumpang Isuzu Panther. Ketujuh orang di kendaraan bernopol DK 1157 FCL itu meninggal.
“Empat orang meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara), tiga lainnya sempat kritis namun kemudian meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Ibnu Sina,” terang Kanit gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Achmad Andri Aswoko.
Diduga Kehilangan Kendali
Rombongan di Isuzu Panther tersebut berangkat dari Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mereka hendak menuju Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo untuk mengantarkan Muhammad Aqib, 27, berangkat umrah. Jadwal penerbangannya pukul 12.00.
Mobil disopiri Akhmad Basuki, 49. Selain Aqib, lima penumpang lain adalah Besar, 65; Lislikah, 53; Wiwik Sunar-ti, 43; Hafiz Gandawiharja, 17; dan M. Al Fatih, 3.
Aswoko menyebutkan, kecelakaan maut itu bermula saat mobil yang dikemudikan Akhmad Basuki tersebut berusaha mendahului truk dari sebelah kiri. “Akhirnya terjadi selip dan hilang kendali,” terangnya.
Sopir mencoba membelokkan setir ke kanan agar bisa kembali naik ke aspal. Sialnya, laju mobil tidak terkendali hingga akhirnya oleng dan memakan jalur dari arah berlawanan, tempat bus PO Rajawali S 7707 UA tengah melaju.
“Jarak yang terlalu dekat membuat kecelakaan tabrak depan tidak terhindarkan,” beber Aswoko.
Benturan yang keras membuat kondisi mobil remuk, terutama pada bagian depan. Demikian halnya bus yang dikemudikan Suwarno, 46, dan dikerneti Khoirul Anam, 22. “Pengemudi bus mengalami patah tulang. Saat ini masih menjalani perawatan,” ujar Aswoko.
Senada, Dirlantas Polda Jatim Kombes Komarudin juga mengatakan bahwa kecelakaan dipicu mobil Isuzu Panther yang hilang kendali dan tiba-tiba berpindah jalur ke kanan. “Ditunjukkan dengan adanya penyesuaian titik tabrak atau Q point serta bekas-bekas goresan yang ada di jalan,” bebernya di TKP kemarin.
Meski demikian, pihaknya tengah menunggu hasil traffic accident analysis untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti kecelakaan. “Hasil lidik sementara memang ada kelalaian dari pihak pengemudi mobil. Namun, perlu dipastikan lagi penyebab mobil hilang kendali,” terangnya.
Korban Satu Keluarga
Ketujuh orang yang meninggal masih satu keluarga. Besar merupakan ayah Aqib. Lislikah bibinya, Wiwik kakak perempuannya, Basuki kakak iparnya, sedangkan Hafiz serta Fatih keponakannya.
“Saya syok mendengar kabar duka ini. Semalam (Rabu malam) baru saja selamatan sebelum pemberangkatan umrah,” ungkap Nurkhozin, tetangga para korban, kepada Jawa Pos Radar Tuban di rumah duka Kamis (10/4). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO