Buka konten ini
BATAM (BP) – Keputusan pemerintah menurunkan harga tiket pesawat hingga 14 persen memang meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan layanan penerbangan. Namun, harga tiket tetap tinggi mendekati Lebaran hingga arus balik (masa puncak perjalanan).
Bagi masyarakat Batam maupun kabupaten/kota lain di Kepri, hanya ada dua pilihan moda transportasi untuk mudik: jalur udara dan jalur laut, mengingat wilayah ini merupakan kepulauan tanpa akses jalur darat.
Saat harga tiket pesawat melonjak menjelang Lebaran, jalur laut menjadi alternatif lebih terjangkau. Ada berbagai pilihan transportasi laut, mulai dari kapal Pelni, feri, kapal roro, hingga speedboat untuk rute pendek.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memperkirakan jumlah penumpang akan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ”Kami telah mengantisipasi lonjakan ini dengan berbagai kesiapan, termasuk penambahan armada dan optimalisasi layanan,” ujar General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis, Sabtu (15/3).
Ia memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi pada H-7 atau sepekan sebelum Hari Raya. Beberapa rute yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang antara lain Punggur–Tungkal (Jambi), Mengkapan–Tanjung Buton (Riau), dan Punggur–Tanjunguban (Bintan).
Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, Hermin memastikan tiket perjalanan untuk seluruh rute tersebut masih tersedia melalui aplikasi Ferizy. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif tiket, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun yang membawa kendaraan.
“Sistem digital ini diandalkan untuk mengurangi antrean panjang di pelabuhan karena penumpang sudah memiliki jadwal keberangkatan yang pasti,” katanya.
Untuk mengatasi lonjakan penumpang, ASDP Batam juga memastikan kesiapan armada kapal. Pada Senin (17/3), beberapa kapal yang telah selesai menjalani proses docking akan kembali beroperasi.
”Dengan adanya tambahan armada ini, kami berharap bisa lebih menekan lonjakan penumpang dan memastikan kelancaran transportasi selama mudik Lebaran dan perayaan Nyepi 2025,” ujar Hermin.
ASDP Batam terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan berbagai strategi, seperti digitalisasi pembelian tiket melalui aplikasi Ferizy untuk mempercepat akses layanan, peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional dengan menambah frekuensi keberangkatan pada rute padat, serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian dan otoritas pelabuhan, guna menjaga kelancaran arus transportasi.
Dengan berbagai persiapan ini, ASDP Batam optimis dapat memberikan layanan optimal bagi para pemudik dan memastikan perjalanan yang aman dan nyaman selama periode mudik Lebaran 2025.
Pelni Pastikan Tarif Stabil
Alternatif jalur laut lainnya adalah menggunakan kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Pihak Pelni telah memastikan bahwa harga tiket KM Kelud tetap stabil menjelang mudik Lebaran tahun ini. Tarif tiket tidak mengalami kenaikan untuk berbagai rute pelayaran dari Batam menuju Belawan, Tanjung Priok, dan Balai Karimun.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan kebijakan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa terbebani lonjakan harga tiket.
“Tidak ada kenaikan harga tiket KM Kelud. Tarif tetap mengacu pada harga yang sudah ditetapkan sebelumnya,” kata Edwin, Senin (10/3) lalu.
Harga tiket KM Kelud dibagi berdasarkan kelas. Untuk rute Batam–Belawan, harga tiket Kelas 1A Dewasa sebesar Rp 683 ribu dan bayi Rp 73 ribu, Kelas 1B Dewasa Rp 559 ribu dan bayi Rp 61 ribu, Kelas 2A Dewasa Rp 384 ribu dan bayi Rp 43 ribu, Kelas 2B Dewasa Rp 355 ribu dan bayi Rp 40 ribu, serta Kelas Ekonomi Dewasa Rp 220 ribu dan bayi Rp 27 ribu.
Sementara itu, untuk tujuan Batam–Tanjung Priok, tiket Kelas 1A Dewasa dibanderol Rp 994 ribu dan bayi Rp 104 ribu, Kelas 1B Dewasa Rp 813 ribu dan bayi Rp 86 ribu, Kelas 2A Dewasa Rp 556 ribu dan bayi Rp 60 ribu, Kelas 2B Dewasa Rp 513 ribu dan bayi Rp 56 ribu, serta Kelas Ekonomi Dewasa Rp 513 ribu dan bayi Rp 37 ribu.
Adapun tarif tiket untuk rute Batam–Balai Karimun, harga tiket Kelas 1A Dewasa Rp 138 ribu dan bayi Rp 19 ribu, Kelas 1B Dewasa Rp 115 ribu dan bayi Rp 16 ribu, Kelas 2A Dewasa Rp 83 ribu dan bayi Rp 13 ribu, Kelas 2B Dewasa Rp 78 ribu dan bayi Rp 13 ribu, serta Kelas Ekonomi Dewasa Rp 49 ribu dan bayi Rp 10 ribu.
Keputusan Pelni untuk tidak menaikkan tarif disambut baik oleh calon pemudik. Husein, salah satu penumpang KM Kelud dari Tanjung Priok, mengatakan bahwa harga tiket kapal lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lainnya.
“Tiket KM Kelud dari dulu sampai sekarang tetap sama. Itu yang membuat saya selalu memilih kapal laut untuk mudik,” ujarnya. (*)
Reporter : AZIS MAULANA – RENGGA YULIANDRA
Editor : MUHAMMAD NUR