Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Aktivitas transportasi laut menggunakan speed boat di Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, masih terjaga stabil meski kini dihadapkan dengan kehadiran roro tradisional.
Pantauan di Pelabuhan Sri Siantan Tarempa, Jumat (27/3), sejumlah speed boat tampak bersandar di dermaga, menunggu penumpang menuju berbagai pulau tujuan.
Rute yang dilayani antara lain Matak, Palmatak, Air Asuk, Telaga hingga Jemaja yang merupakan jalur vital yang selama ini menjadi andalan mobilitas masyarakat antar pulau.
Salah satu penambang speed boat, Radiapoh, mengatakan jumlah penumpang hingga kini relatif stabil, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.
“Alhamdulillah penumpang tetap ada, tidak jauh berbeda antara hari biasa dan hari libur,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran roro tradisional yang mulai beroperasi sekitar enam bulan terakhir di wilayah Tarempa Timur tidak mematikan usaha speed boat. Justru sebaliknya, menghadirkan persaingan yang sehat di sektor transportasi laut.
“Ini jadi pilihan bagi masyarakat. Persaingan juga sehat,” tambahnya.
Dari sisi tarif, kedua moda transportasi tersebut tidak memiliki perbedaan signifikan. Speed boat mematok tarif Rp50 ribu per orang untuk rute Matak dan Palmatak.
Sementara roro tradisional menetapkan tarif Rp50 ribu untuk satu unit sepeda motor, dengan bonus dua penumpang gratis.
Kondisi ini dinilai menguntungkan masyarakat, terutama bagi yang ingin membawa kendaraan pribadi tanpa harus menyewa di lokasi tujuan.
Salah satu penumpang, Tania, mengaku terbantu dengan hadirnya roro tradisional. Warga Palmatak itu kini bisa membawa sepeda motor sendiri saat bepergian ke Tarempa.
“Sekarang kalau ada urusan di Tarempa, bisa langsung bawa motor. Lebih hemat,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap menggunakan speed boat dalam kondisi tertentu, terutama saat membutuhkan waktu tempuh yang lebih cepat.
“Kalau lagi buru-buru, tetap pilih speed boat karena lebih cepat,” katanya.
Dengan hadirnya dua moda transportasi ini, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, pelaku usaha transportasi dituntut untuk terus meningkatkan pelayanan demi menjaga keberlangsungan usaha. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY