Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ada temuan masalah baru dalam pengelolaan sistem perpajakan, dalam hal ini Coretax.
Yakni adanya vendor layanan yang telah diputus kerja samanya karena kinerjanya lambat, tapi kembali digunakan tanpa persetujuan.
Untuk itu, dia berjanji akan melakukan evaluasi sekaligus pembenahan internal terhadap sistem Coretax.
”Di Coretax tiba-tiba ada laporan lagi bahwa itu muter-muter Coretax-nya, padahal sebelumnya sudah hilang. rupanya di tempat kita juga ada yang nakal. Ada yang kontrak dengan satu vendor yang kita sudah berhentiin karena lelet service-nya, dimasukin lagi diem-diem,” kata Purbaya di kompleks Istana kepresidenan Jakarta, Jumat (27/3) sebagaimana dilansir dari Antara.
Ia juga mengakui bahwa desain awal Coretax belum sepenuhnya ramah pengguna. Menurut dia, sistem Coretax seharusnya langsung terhubung dengan masyarakat.
Namun dalam praktiknya, ada lapisan aplikasi tambahan yang membuat prosesnya menjadi lebih kompleks.
Purbaya mengku baru tahu ada pihak yang memanfaatkan lapisan antarmuka atau interface tambahan, untuk menyediakan layanan kepada perusahaan-perusahaan besar.
”Harusnya kan ketika baru kan dibuat langsung interface dengan masyarakat biar gampang kan. Rupanya dibuat agak rumit supaya di tengahnya ada aplikasi interface sendiri. Ini ada yang jual ke perusahaan-perusahaan besar. Saya baru tahu,” jelasnya.
Purbaya mengatakan, pemerintah saat ini memprioritas stabilitas layanan Coretax agar proses pelaporan pajak berjalan lancar. Setelah masa pelaporan selesai, Kemenkeu berencana melakukan pembenahan menyeluruh.
”Kita amankan dulu semua Coretax-nya itu yang ada hambatan-hambatan, habis itu saya bersihin yang ini, yang ruang interface yang sengaja diciptakan itu,” imbuh Purbaya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI