Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Aksi menegangkan seorang pria yang memanjat tower di samping Masjid Baiturrahman, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, selama tiga hari akhirnya berakhir setelah aparat kepolisian bersama warga berhasil membujuk korban turun dengan selamat, Jumat (27/3).
Pria tersebut diketahui bernama Iman Nurpa, yang sementara tinggal di mess Masjid Baiturrahman. Ia diduga mengalami tekanan mental cukup berat hingga nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan memanjat tower setinggi puluhan meter tersebut.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan warga pada Rabu malam (25/3) sekitar pukul 20.40 WIB. Sejak saat itu, korban bertahan di atas tower dan menolak turun meski telah dibujuk oleh berbagai pihak, termasuk petugas gabungan yang berada di lokasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait bersama personel langsung menuju tempat kejadian perkara. Upaya awal dilakukan melalui pendekatan persuasif dan komunikasi humanis agar korban mengurungkan niatnya.
Dalam proses penyelamatan, Polsek Sekupang juga berkoordinasi dengan Basarnas Kota Batam, Brimob Polda Kepri, serta instansi terkait lainnya. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari negosiasi hingga memenuhi kebutuhan korban, termasuk makanan yang sempat diminta saat berada di atas tower.
Peran Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Harapan, Aiptu Syefriadi, menjadi kunci dalam proses evakuasi. Ia bahkan naik ke atas tower untuk berkomunikasi langsung dengan korban, memberikan arahan sekaligus menenangkan kondisi psikologisnya.
“Alhamdulillah, setelah dibujuk secara terus-menerus, korban akhirnya mau turun. Ia mengaku memiliki banyak masalah,” ujar Aiptu Syefriadi di lokasi kejadian.
Pendekatan intensif selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil. Pada Jumat sekitar pukul 11.30 WIB, korban bersedia turun setelah diyakinkan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap dirinya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa oleh personel Polsek Sekupang bersama pihak Majelis Dakwah Masjid Baiturrahman ke BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan terkait kemungkinan penggunaan zat terlarang.
Selama proses penyelamatan berlangsung, situasi di lokasi tetap aman dan kondusif. Keberhasilan ini menjadi bukti kesigapan aparat kepolisian bersama unsur terkait dalam menangani situasi darurat dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan, sekaligus menyelamatkan satu nyawa dari tindakan fatal. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO