Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) memprediksi tren penjualan industri elektronik dan alat listrik rumah tangga akan meningkat pada kuartal II/2026. Peningkatan ini seiring momentum Ramadan dan Idulfitri yang secara tradisional mendorong konsumsi masyarakat.
Sekretaris Jenderal Perprindo, Andy Arif Widjaja mengatakan, secara historis periode Ramadan dan Lebaran selalu menjadi pendorong utama peningkatan belanja rumah tangga, khususnya untuk kebutuhan peralatan elektronik dan rumah tangga.
“Memasuki kuartal II, Perprindo melihat peluang perbaikan tren penjualan seiring momentum Ramadan dan Idulfitri,” ujar Andy, Kamis (26/3). Ia menjelaskan, permintaan biasanya meningkat untuk produk-produk seperti lemari es, pendingin ruangan (AC), mesin cuci, hingga peralatan dapur listrik.
Selain untuk kebutuhan pribadi, pembelian juga didorong oleh tradisi mengganti atau menambah peralatan rumah menjelang Lebaran.
Meski optimistis, Andy menekankan pelaku usaha tetap perlu menerapkan strategi yang adaptif dan efisien di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi penyesuaian produk dan harga agar tetap kompetitif di pasar, optimalisasi promosi melalui diskon musiman dan bundling produk, serta penguatan kolaborasi dengan distributor dan retailer untuk menjaga ketersediaan barang.
Selain itu, pemanfaatan platform digital dan kanal e-commerce dinilai semakin penting untuk menjangkau konsumen lebih luas, terutama generasi muda yang cenderung berbelanja secara online.
Pengusaha juga disarankan menjaga efisiensi operasional dan manajemen rantai pasok, terutama dalam pengelolaan inventori agar tidak terjadi overstock. Di sisi lain, edukasi kepada konsumen mengenai efisiensi energi dan nilai tambah produk juga perlu ditingkatkan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penghematan listrik.
“Dengan langkah-langkah tersebut, tren penjualan kuartal II diharapkan lebih baik dibanding kuartal I, meskipun tetap perlu kewaspadaan terhadap dinamika ekonomi global dan domestik,” tambah Andy.
Sebelumnya, tren penjualan industri elektronik dan alat listrik rumah tangga pada kuartal I/2026 mengalami penurunan hingga 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, serta sikap konsumen yang cenderung menahan belanja barang sekunder.
Namun demikian, Perprindo melihat momentum Ramadan dan Idulfitri sebagai peluang untuk memulihkan kinerja industri, sekaligus menjadi titik awal perbaikan penjualan pada paruh pertama tahun ini. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI