Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pasangan muda ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, membawa misi pembuktian dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026. Turnamen yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Tiongkok, pada 7–12 April itu jadi panggung penting untuk menguji progres mereka di level elite Asia.
Meski belum menjadi unggulan utama, Raymond/Joaquin datang dengan bekal kepercayaan diri usai menjalani debut positif di All England 2026 alias menembus semifinal. Penampilan mereka kadinilai cukup menjanjikan oleh tim pelatih, meski masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah.
Kepala pelatih ganda putra utama, Antonius Budi Ariantho, menilai bahwa performa Raymond/Joaquin sudah sesuai target awal. Permainan keduanya menunjukkan potensi besar untuk berkembang. Tetapi, Antonius menegaskan bahwa peningkatan tetap harus dilakukan, terutama pada aspek nonteknis. Komunikasi di lapangan, fokus saat reli panjang, hingga kemampuan membaca pola permainan lawan menjadi sorotan utama.
Selain itu, sektor pertahanan juga dinilai belum cukup kokoh. Beberapa kali Raymond/Joaquin masih kesulitan meredam tekanan lawan. Terutama saat menghadapi serangan cepat dan variasi bola. ”Arah bola mereka, termasuk saat menerima servis, juga masih cukup mudah diantisipasi lawan,” tutur Antonius.
Evaluasi tersebut menjadi bekal penting jelang Kejuaraan Asia. Dalam turnamen dengan level persaingan tinggi, detail kecil kerap menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. ”Ke depan, hal-hal ini akan menjadi fokus pembenahan agar permainan mereka bisa lebih solid dan kompetitif,” kata Antonius.
Di Kejuaraan Asia, Raymond/Joaquin langsung tampil di babak utama bersama tiga pasangan Indonesia lainnya. Antara lain Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dan Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO