Buka konten ini

PEMERINTAH Kabupaten Bintan menggelar Salat Istisqa bersama seluruh ASN dan masyarakat sebagai pelengkap ikhtiar dalam menghadapi musim kekeringan yang hampir satu bulan belakangan ini cukup mengkhawatirkan.
Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti bersama seluruh jemaah terlihat begitu khusyuk dengan penuh pengharapan agar Dzat Penguasa Langit dan Bumi meridakan turunnya hujan yang membawa keberkahan.

2. BUPATI Bintan, Roby Kurniawan didampingi Sekda Bintan, Ronny Kartika dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Fiven Sumanti saat rapat koordinasi mengenai karhutla dan bencana kekeringan di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu.
3. BUPATI Bintan, Roby Kurniawan bersama Forkopimda melaksanakan salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (26/3/2026).
4. WAKIL Bupati Bintan, Deby Maryanti bersama ASN dan masyarakat Bintan melaksanakan salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (25/3/2026).
5. KH. Rustam Efendi memimpin doa bersama setelah melaksanakan salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (25/3/2026).
6. BUPATI Bintan, Roby Kurniawan dan Forkopimda memanjatkan doa dengan khusyuk setelah melaksanakan salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (25/3/2026).
7. KH Rustam Efendi memimpin doa dalam salat Istisqa, diikuti oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama Forkopimda dan ASN Pemkab Bintan serta masyarakat.
8. WARGA Kecamatan Bintan Timur merasa terbantu dengan membawa ember pada saat pembagian air yang dilakukan Pemkab Bintan.
9. PARA kepala OPD mendapat istruksi dari Bupati Bintan, Roby Kurniawan untuk turun menyalurkan air bersih ke warga terdampak kekeringan.
10. KADIS Kominfo Bintan, Didi Kurniadi turun langsung menyalurkan air bersih ke warga terdampak kekeringan di Kecamatan Bintan Timur.
Salat Istisqa’ tingkat Kabupaten Bintan ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Bintan, Kamis (26/3/2026) yang bertepatan dengan 6 Syawal 1447 H.
Hal ini melengkapi ikhtiar guna menghadapi perubahan cuaca akibat El Nino dua bulan terakhir. Selanjutnya Salat Istisqa’ akan dilakukan di seluruh Kecamatan.
”Banyak usaha dan langkah-langkah strategis yang sudah kita lakukan. Termasuk beberapa upaya yang akan kita lakukan ke depan. Pelengkap semua ikhtiar itu, kita sempurnakan dengan Salat Istisqa’, memohon kepada Allah agar menurunkan hujan dan mengakhiri kekeringan ini” ungkap Bupati Roby usai pelaksanaan.
Dikatakan Roby, selaku seorang Muslim meyakini bahwa sejatinya hujan merupakan kehendak Allah SWT. Jika Allah SWT tak mengizinkan butiran air turun dari langit, maka tidak akan terjadi hujan.
”Jadi menurut hemat kami, semua langkah dan upaya kita lakukan sesuai kapasitas kita sebagai makhluk (ciptaan), segala hasilnya kita berpasrah kepada Sang Khalik (Pencipta),” tambah Roby.
K.H. Rustam Efendi dalam khutbahnya menggugah seluruh jemaah untuk tak henti-hentinya meminta ampunan serta taubat kepada Allah SWT.
Sebagai orang beriman, tanpa menafikan alasan ilmiah lainnya, pastilah meyakini bahwa musibah yang terjadi berasal dari ulah tangan manusia yang hidup di muka bumi.
”Maka teruslah memohon ampunan kepada Allah ’Azzawajalla. Apapun hajat yang kita harapkan agar diijabah, awali semuanya dengan penyerahan diri bahwa kita punca dari semua kesulitan yang kita alami, dan Allah adalah tempat kita mengadu serta meminta pertolongan” tutupnya.
RESPONS CEPAT KEKERINGAN, BUPATI ROBY INSTRUKSIKAN OPD GOTONG-ROYONG SALURKAN AIR BERSIH
Kondisi kekeringan yang melanda Kabupaten Bintan (termasuk wilayah pulau Bintan secara umum) telah mengakibatkan pasokan air bersih mengalami gangguan yang sangat besar. Kemarau yang cukup panjang, ditambah curah hujan yang hampir dikatakan nihil sejak awal tahun lalu membuat waduk-waduk sumber baku PDAM mengalami penyusutan volume air yang drastis bahkan satu diantaranya kering total.
Paparan BMKG menjelaskan, historis kekeringan metereologis di pulau Bintan sudah terjadi sejak tahun 1997 lalu. Rekapan BMKB mencatat, kekeringan metereologis di pulau Bintan terjadi pada tahun 1997, 2010, 2014, 2015, 2019, 2020 dan saat ini tahun 2026.
Kondisi kekeringan tahun ini bahkan dikatakan mirip dengan kondisi di tahun 1997 dan 2015 yang merupakan kondisi kekeringan terparah.
Berdasarkan letak geografis Bintan, normalnya curah hujan rendah memang dimulai pada Februari hingga Maret dan curah hujan akan kembali normal pada bulan April hingga Mei. Faktor cuaca ini yang menjadi penyebab utama menyusutnya volume air di waduk bahkan air tanah di sumur-sumur warga.
Menanggapi fenomena tersebut, Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam Rapat Koordinasi bersama FKPD dan lintas sektoral menyampaikan instruksi awal sebagai respons cepat. Roby meminta seluruh OPD yang masing-masing akan dikoordinir oleh Asisten hingga Staf Ahli unuk bergotong-royong menyalurkan air bersih kepada warga terdampak.
Saya minta hari ini langsung dibagi OPD yang mana saja, bertanggung jawab di Kecamatan mana saja. Disusun skema penyalurannya, termasuk Camat dan Lurah langsung di-update data warga terdampak. Kita kolaborasi dengan rekan-rekan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta lintas sektoral yang lain di lapangan” jelas Roby menyampaikan arahan, Rabu (25/3/2026) di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan.
Penyaluran air bersih nantinya dilakukan dengan memanfaatkan sarana prasarana yang dimiliki maupun dukungan dari pihak luar termasuk swasta.
”Kita masih punya sumber air yang lain selain yang di PDAM. Manfaatkan semua potensi dan kekuatan yang ada, ini langkah jangka pendek yang harus segera dilakukan” tambah Roby.
Data BPBD Bintan menyebutkan, hingga hari ini setidaknya 24.479 KK terdampak dan kesulitan mendapatkan air bersih. Data tersebut merata di seluruh Kecamatan kecuali Kecamatan Mantang dan Kecamatan Tambelan yang masih dapat diatasi.
Selain uapaya tersebut, Roby juga mendukung usulan modifikasi cuaca yang merupakan bagian dari ikhtiar. Setelahnya, ia juga mengarahkan langsung seluruh Camat bersama masyarakat melaksanakan salat Istisqa (salat sunnah muakkadah memohon hujan) sebagai pelengkap dari ikhtiar yang dilakukan.
”Jalur darat kita supply air bersih, jalur udara kalau memang memungkinkan modifikasi cuaca, selanjutnya ikhtiar kita lengkapkan dengan jalur langit lewat salat Istisqa. Kita mulai nanti di Kantor Bupati dulu dipusatkan, baru menyusul di Kecamatan-Kecamatan. Ikhtiar dan doa kita lakukan dan mudah-mudahan semua hajat kita diijabah agar kondisi bisa kembali normal” pungkas Roby.
RATUSAN TON AIR BERSIH MULAI DISALURKAN PEMKAB BINTAN BAGI WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN
Lebih dari 150 ton air bersih mulai disalurkan 15 OPD di Bintan kepada warga terdampak kekeringan di hampir delapan Kecamatan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bintan Roby Kurniawan saat memimpin Rapat Koordinasi bersama FKPD.
Respons ini menjadi langkah awal jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air bersih akibat kekeringan. Seluruh OPD bergotong-royong secara swadaya untuk menyalurkan air bersih sesuai dengan lokasi dan jadwal penyaluran yang telah disusun. Penyaluran ini masih akan berlanjut besok hari oleh 14 OPD lainnya dengan tetap menyasar Kecamatan-Kecamatan terdampak.
”Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih, semua OPD kita porsikan minimal 10 ton air bersih, jadi dua hari ini nanti hampir 300 ton air bersih yang kita salurkan. Setelah penyaluran besok, kita evaluasi lagi dan kemungkinan akan dilakukan penyaluran lagi secara bertahap. Prinsipnya kita liat skala prioritas, wilayah mana yang paling terdampak dan harus segera disalurkan” kata Bupati Roby, Kamis (26/03) di Kantor Bupati Bintan.
Di Bintan, tercatat setidaknya 24.479 KK terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Kekeringan yang cukup mengkhawatirkan ini telah membuat volume 4 waduk yang selama ini menjadi sumber baku pemenuhan kebutuhan air bersih yang dikelola PDAM menurun drastis bahkan kering menyeluruh.
Roby menyebut langkah strategis ini menjadi solusi tercepat sembari mempersiapkan beberapa solusi jangka panjang. Ia berharap, upaya ini bisa memberikan manfaat sekaligus mengurangi beban yang dirasakan masyarakat terdampak saat ini.
”Kami minta juga Lurah dan Kades hingga RT/RW, bantu koordinir di lapangan. Pastikan warga yang memang membutuhkan benar-benar mendapatkan. Tantangan besar ini harus kita jawab dengan tindakan-tindakan konkret dan kolaborasi bersama” tambah Roby menjelaskan.
Roby juga memastikan bahwa Pemerintah Daerah saat ini tengah menyusun formulasi terbaik untuk antisipasi jangka panjang terkait musim kemarau yang memang rutin terjadi di Bintan ketika memasuki awal tahun (berdasarkan laporan BMKG antara Februari-Maret).
”Banyak yang sudah kita bahas bersama rekan-rekan FKPD, BKMG, termasuk PDAM. Mulai dari penambahan sumber baku waduk, pendalaman volume waduk dan lain-lain. Prospek ke depan kita persiapkan sematang mungkin, tapi yang terpenting saat ini kita lakukan dulu aksi jangka pendek untuk saudara-saudara kita yang terdampak” pungkas Roby. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Foto : DISKOMINFO KABUPATEN BINTAN
Editor : PUTUT ARIYO