Buka konten ini
NONGSA (BP) – Praktik percaloan tiket kapal roro masih marak terjadi di tengah tingginya arus mudik Lebaran 2026, seiring keluhan calon penumpang yang kesulitan mendapatkan tiket resmi melalui sistem daring.
Pantauan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam, ratusan warga tampak mengantre untuk membeli tiket secara langsung. Mereka memilih datang ke pelabuhan setelah gagal melakukan pemesanan melalui aplikasi Ferizy.
Salah seorang calon penumpang, Trias, warga Batam Center, mengaku telah berhari-hari mencoba mendapatkan tiket, namun belum berhasil. Ia menyebut sistem pemesanan kerap tidak dapat diakses saat memilih jadwal keberangkatan.
“Sudah coba klik jadwal, tapi tidak bisa. Mau pilih jam juga tidak bisa, akhirnya tidak jadi beli tiket,” ujarnya.
Selain kendala teknis, keterbatasan kuota juga menjadi persoalan. Menurutnya, banyak jadwal yang langsung penuh sesaat setelah dibuka.
“Pas dicoba, sudah penuh semua. Tidak bisa klik karena kuota habis,” tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, Trias terancam batal mudik tahun ini, meski seluruh persiapan telah dilakukan, termasuk rencana menjenguk keluarga yang sedang sakit di kampung halaman.
“Semua sudah siap, tapi tiket tidak dapat. Apalagi ada keluarga yang sakit di kampung,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Resti. Ia bahkan mengaku sempat ditawari tiket oleh calo dengan harga mencapai Rp700 ribu, namun akhirnya mengurungkan niat karena kejelasan tiket tersebut diragukan.
“Saya sempat mau ambil, tapi ternyata Rp700 ribu itu tidak jelas tiketnya. Jadi saya pikir-pikir lagi,” ungkapnya.
Resti menilai kondisi mudik tahun ini jauh lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut sistem yang ada belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Tahun lalu tidak seperti ini. Sekarang benar-benar kacau, sistemnya tidak jelas. Katanya mempermudah, tapi kenyataannya tidak,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket melalui calo karena berisiko penipuan. “Kami mengimbau masyarakat tidak membeli tiket dari calo, karena itu berisiko penipuan,” tegasnya. Ia juga meminta masyarakat tetap bersabar dan mengikuti prosedur resmi, baik melalui aplikasi maupun pembelian langsung di pelabuhan. Selain itu, ASDP telah menyiapkan petugas untuk membantu calon penumpang yang mengalami kendala dalam proses pembelian tiket.
“Kami menyiapkan petugas untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala,” ujarnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : GALIH ADI SAPUTRO