Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pasar Tanah Abang mulai menunjukkan taji menjelang Lebaran 2026. Meski belum pulih total seperti sedia kala, geliat belanja di pusat grosir terbesar se-ASEAN ini dilaporkan meningkat signifikan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan adanya perbaikan omzet yang dirasakan para pedagang. Berdasarkan laporan pedagang, volume penjualan saat ini mulai merangkak naik di tengah momentum Ramadan.
”Tadi saya tanyakan, memang sebagian besar menyampaikan bahwa sudah mulai ada perbaikan. Walaupun belum apa seperti yang diharapkan, kenaikannya baru sekitar ada yang 20, 30 persen, tetapi sudah ada perbaikan,” ujar Pramono saat menghadiri Jakarta Hijab Fest 2026 di Blok B Tanah Abang, Kamis (12/3).
Tantangan Berat Melawan Harga ’Miring’ di E-commerce
Meski angka penjualan naik hingga 30 persen, para pedagang mengaku masih megap-megap menghadapi persaingan dengan platform digital. Masalah utamanya bukan sekadar kemudahan akses, melainkan ketimpangan beban pajak dan biaya operasional.
Pramono mengakui bahwa fenomena belanja online tetap menjadi rival terberat toko fisik di Tanah Abang. ”Hanya memang pesaing utamanya adalah yang online dengan TikTok dan sebagainya. Maka dengan demikian mereka sekarang ini juga rata-rata selain berjualan di tempat ini juga membuka online juga,” tambahnya.
Pejabat DKI jadi Model, Promosikan Tren Baju di Tanah Abang Ada pemandangan unik di Jakarta Hijab Fest tahun ini. Tak cuma memantau harga, para pejabat Pemprov DKI dan BUMD terjun langsung menjadi model fashion show. Menariknya, busana yang mereka pamerkan dibeli langsung dari lapak pedagang Tanah Abang.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata agar UMKM lokal kembali naik kelas. Pramono mengaku takjub melihat aksi jajarannya di atas catwalk.
”Hari ini saya benar-benar merasa terkejut sekaligus gembira. Apresiasi saya sampaikan karena fashion show yang digelar Pemprov DKI tidak kalah menarik. Keberaniannya luar biasa dan saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya,” kata Pramono.
Selain kenaikan pengunjung, tren mode tahun ini juga cukup unik. Selain warna butter yellow yang sedang naik daun, muncul istilah nyeleneh untuk model busana yang paling dicari masyarakat.
”Dinamika pasar fesyen muslim terus berkembang, terlihat dari munculnya berbagai tren baru menjelang Lebaran, seperti model gamis “Bini Orang” serta warna butter yellow yang saat ini diminati masyarakat,” jelasnya. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem industri tekstil lokal agar tidak kalah saing. Dengan adanya perpaduan antara jualan offline dan strategi online, diharapkan Tanah Abang tetap menjadi kiblat modest fashion di Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI