Buka konten ini
BATAM (BP) – Kemacetan lalu lintas masih kerap terjadi di sejumlah titik di ruas Jalan Gajah Mada, khususnya pada segmen dari Tiban menuju Sekupang. Meski sebagian badan jalan telah diperlebar, beberapa titik lain masih menyempit dan menjadi simpul kepadatan kendaraan, terutama di jalur Tiban Kampung–Tiban Center hingga Tiban Center–Simpang Sei Harapan.
Ruas tersebut berada di bawah kewenangan BP Batam. Pelebaran sebelumnya dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan seiring meningkatnya volume lalu lintas akibat pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menyampaikan bahwa pendekatan penanganan kemacetan saat ini tidak semata-mata berfokus pada pelebaran jalan.
“Konsep kami untuk menanggulangi kemacetan bukan dengan melebarkan jalan, tetapi meningkatkan transportasi publik serta mendekatkan hunian dengan pusat usaha dan fasilitas penunjang,” ujarnya, Sabtu (28/2).
Menurut Mouris, pelebaran jalan secara terus-menerus justru berpotensi mendorong ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Kalau jalan terus diperlebar, penggunaan kendaraan pribadi juga akan terus meningkat,” katanya.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya pelebaran pada ruas tertentu apabila kapasitas jalan sudah tidak sebanding dengan fungsi dan volume lalu lintas.
Ia menambahkan, usulan tersebut akan ditinjau bersama tim teknis dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang tersedia.
“Nanti akan kami diskusikan dengan tim. Anggaran kami terbatas, sehingga pekerjaan dilakukan berdasarkan prioritas sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.
Mouris menyebut, beberapa ruas memang masih membutuhkan peningkatan kapasitas. Namun, kepastian apakah segmen Tiban–Sekupang masuk dalam program pelebaran masih menunggu hasil evaluasi internal BP Batam. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO