Buka konten ini

KESUKSESAN finansial hampir tak pernah lahir dari keberuntungan semata. Investor kelas dunia seperti Warren Buffett berulang kali menegaskan bahwa kekayaan tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Menurutnya, membangun kekayaan bukan soal gaya hidup glamor, melainkan disiplin, karakter kuat, serta cara pandang jangka panjang. Sejumlah riset di bidang psikologi dan ekonomi perilaku juga menguatkan pandangan tersebut: kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus berkontribusi besar terhadap pertumbuhan aset dan keberhasilan
jangka panjang.
Mengutip Global English Editing, berikut beberapa rutinitas harian yang diyakini mampu mendorong seseorang menuju kebebasan finansial:
1. Gemar Membaca
Buffett dikenal menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca. Aktivitas ini memperluas wawasan, mempertajam analisis, dan memperkaya perspektif sebelum mengambil keputusan penting, terutama terkait investasi.
Ia meyakini bahwa keputusan yang tepat lahir dari proses belajar tanpa henti. Dengan membaca, seseorang memperoleh pengetahuan dan sudut pandang baru yang membantu dalam menentukan pilihan secara lebih bijak.
Bahkan, Buffett disebut mengalokasikan hingga 80 persen waktunya setiap hari untuk membaca. Kebiasaan ini diyakini menjadi salah satu fondasi utama kesuksesannya.
Penelitian dalam Journal of Applied Psychology menunjukkan bahwa pembelajaran berkelanjutan berpengaruh positif terhadap kualitas pengambilan keputusan. Dalam praktik sehari-hari, meluangkan 20–30 menit membaca topik keuangan, bisnis, atau pengembangan diri sudah cukup untuk memperkaya modal intelektual.
2. Hidup Sederhana dan Cermat Mengelola Uang
Meski memiliki kekayaan melimpah, Buffett tetap menjalani gaya hidup sederhana. Ia menanamkan prinsip bahwa semakin besar tabungan, semakin luas peluang investasi yang bisa dimanfaatkan.
Salah satu nasihatnya yang terkenal adalah menabung terlebih dahulu, baru membelanjakan sisanya—bukan sebaliknya.
Riset dari Journal of Consumer Research menemukan bahwa pola hidup hemat berkorelasi langsung dengan kestabilan finansial jangka panjang. Menghindari belanja impulsif dan mengalokasikan dana untuk investasi atau tabungan menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan.
3. Berinvestasi pada Hal yang Dipahami
Strategi lain yang konsisten diterapkan Buffett adalah hanya menanamkan modal pada sektor yang benar-benar ia pahami. Baginya, pengetahuan melahirkan rasa percaya diri, dan kepercayaan diri mendukung pengambilan keputusan yang rasional.
Hal ini terlihat dari portofolionya. Saat sektor teknologi melonjak pesat, ia tidak serta-merta ikut berinvestasi sebelum benar-benar memahami industrinya. Prinsip ini membantu meminimalkan keputusan emosional yang berisiko tinggi.
4. Konsisten dalam Bertindak
Investor yang dijuluki “Oracle of Omaha” ini percaya bahwa keberhasilan diraih dengan melakukan hal yang benar secara konsisten setiap hari. Tidak ada ruang bagi penundaan atau sikap setengah hati.
Ia tidak hanya mendorong kebiasaan belajar dan berhemat, tetapi juga menekankan konsistensi dalam menjalankan keduanya. Studi dalam European Economic Review menyebutkan bahwa disiplin jangka panjang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan aset.
5. Rendah Hati
Meski termasuk salah satu orang terkaya di dunia, Buffett tetap bersikap rendah hati dan terbuka terhadap pembelajaran baru. Sikap ini membuat seseorang lebih realistis dalam menilai risiko serta tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Penelitian dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa kerendahan hati berkaitan dengan kemampuan evaluasi diri yang lebih akurat. Dalam konteks keuangan, hal ini berarti berani mengakui kesalahan dan segera memperbaikinya sebelum kerugian membesar.
6. Berorientasi Jangka Panjang
Keberhasilan Buffett juga ditopang kemampuannya melihat potensi dalam jangka panjang. Ia bersabar menunggu investasi berkembang, bahkan ketika pasar bergejolak.
Pandangan jangka panjang bukan semata tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang ketahanan mental untuk tetap percaya pada keputusan yang telah dipertimbangkan matang.
7. Menjaga Integritas
Bagi Buffett, karakter adalah fondasi utama kesuksesan. Ia sangat menekankan pentingnya integritas dalam membangun kekayaan.
Saat merekrut karyawan, ia mencari tiga kualitas utama: kecerdasan, energi, dan integritas. Tanpa integritas, dua kualitas lainnya justru dapat membawa dampak negatif.
Ia pernah menyatakan bahwa reputasi dibangun selama puluhan tahun, namun bisa hancur hanya dalam hitungan menit. Integritas memang tidak kasatmata, tetapi nilainya sangat besar dalam perjalanan menuju kesuksesan finansial. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO