Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kapal nelayan KM Putra Daerah mengalami kerusakan mesin saat mencari ikan di perairan Offshore Kakap, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (12/2). Insiden terjadi ketika kapal beroperasi cukup jauh dari daratan sehingga tidak dapat segera kembali ke pelabuhan terdekat.
Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, Yuni Sahputra, mengatakan pihaknya menerima laporan setelah perusahaan terkait mengetahui kondisi kapal tersebut dan meneruskannya untuk ditindaklanjuti.
Menurut Yuni, perusahaan migas Star Energy memberikan bantuan darurat kepada nelayan yang terdampak.
“Alhamdulillah kapal nelayan yang rusak diberi perlindungan oleh perusahaan migas Star Energy. Diberi kesempatan berlabuh di area tambang minyak dan bantuan makanan,” ujar Yuni, Minggu (15/2).
Saat kejadian, terdapat tiga awak kapal di atas KM Putra Daerah, yakni Zainudin, Danu, dan Nuar. Ketiganya sempat berupaya memperbaiki mesin agar kapal dapat kembali beroperasi, namun tidak berhasil.
“Awak kapal sudah berusaha menghidupkan kembali mesin, tetapi tidak berhasil,” jelasnya.
Karena kerusakan tidak dapat ditangani di lokasi, evakuasi pun dilakukan menggunakan kapal suplai milik perusahaan. KM Putra Daerah ditarik menuju Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan, dengan pengawasan ketat demi memastikan keselamatan awak kapal. Perjalanan menuju Payalaman memakan waktu beberapa jam. Cuaca dilaporkan cukup bersahabat sehingga tidak menghambat proses evakuasi.
Pada Minggu (15/2) pagi, ketiga nelayan tiba dengan selamat di Desa Payalaman dan disambut lega keluarga serta warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Para nelayan dalam kondisi sehat meski sempat terkendala di tengah laut.
HNSI Kepulauan Anambas mengapresiasi respons cepat perusahaan yang telah memberikan perlindungan serta dukungan logistik.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis kapal sebelum melaut, serta sinergi antara nelayan, organisasi, dan perusahaan yang beroperasi di wilayah perairan demi menjamin keselamatan para pencari nafkah di laut. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY