Buka konten ini


BATAM (BP) – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili (2026) dimaknai secara mendalam oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Bagi perempuan kelahiran Dabo Singkep tersebut, Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum refleksi diri, rasa syukur, serta penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat multikultural Batam.
Menurutnya, pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus menata harapan baru, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin daerah.
“Imlek adalah waktu untuk bersyukur atas berkat sepanjang tahun, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meneguhkan niat untuk berbuat lebih baik ke depan,” ujarnya, Sabtu (14/2).
Ia menambahkan, semangat Imlek sejalan dengan nilai-nilai universal seperti kerja keras, ketekunan, serta keharmonisan keluarga. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membangun kota yang inklusif dan berdaya saing.
Sebagai Wakil Wali Kota Batam periode 2025–2030, Li Claudia menyebut keberagaman budaya di Batam sebagai kekuatan utama daerah. Ia berharap perayaan Imlek dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan antarwarga lintas etnis dan agama.
“Batam adalah rumah bersama. Keberagaman bukan untuk dipisahkan, tetapi dirayakan sebagai kekayaan yang menyatukan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, terutama dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Semangat kepedulian sosial, menurutnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari makna perayaan tersebut.
Selain sebagai tradisi keluarga, Imlek tahun ini memiliki arti khusus bagi Li Claudia karena dijalani di tengah tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah. Ia berharap tahun baru membawa keberkahan, stabilitas, serta kemajuan bagi Kota Batam dan seluruh warganya.
Menutup pesannya, Li Claudia mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat yang merayakan, seraya mendoakan kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran bagi semua.
“Semoga tahun yang baru membawa harapan, keberuntungan, dan kebahagiaan bagi kita semua,” ujarnya.

Night Party Nagoya Jadi Etalase Penataan Kota
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili melalui kegiatan Night Party Nagoya Lantern Festival di Jalan Raya Nagoya menjadi momentum percepatan penataan kawasan New Nagoya. Kegiatan yang berlangsung pada 13–16 Februari itu memadukan perayaan budaya dengan agenda pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi perkotaan.
BP Batam diwakili Deputi Bidang Infrastruktur, Mouris Limanto, yang hadir pada Sabtu (14/2). Festival tersebut diramaikan puluhan pelaku UMKM kuliner serta ribuan warga yang memadati kawasan Nagoya.
Mouris menyampaikan, Jalan Raya Nagoya akan direvitalisasi sebagai bagian dari implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya. Kawasan tersebut tidak lagi dipandang semata sebagai jalur transportasi, melainkan akan ditransformasikan menjadi ruang publik yang hidup dan berdaya saing.
“Kami ingin membangun kawasan Nagoya bukan sekadar koridor transportasi. Kawasan ini akan menjadi ruang publik yang produktif dan kompetitif secara internasional,” ujarnya.
WPP New Nagoya dirancang tidak hanya untuk pembenahan fisik, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Integrasi antara infrastruktur, penyelenggaraan event, dan aktivitas UMKM diyakini mampu memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata sekaligus pusat perdagangan regional.
Program penataan tersebut berfokus pada tiga pilar utama, yakni peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar, revitalisasi kawasan perdagangan dan UMKM, serta penguatan pariwisata perkotaan. Rencana teknisnya mencakup pembangunan drainase terpadu, penataan jalur pedestrian yang aman dan ramah wisatawan, serta aktivasi ruang publik melalui kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.
“Semangat Imlek adalah kebersamaan dan optimisme. Energi ini yang dibutuhkan untuk mewujudkan New Nagoya sebagai wajah baru Batam yang modern dan inklusif,” kata Mouris.
Pada kesempatan yang sama, pemilik Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis dalam implementasi WPP New Nagoya.
“Nagoya Citywalk siap menjadi bagian dari ekosistem New Nagoya. Dengan infrastruktur yang tertata dan ruang publik yang aktif, kawasan ini akan semakin kompetitif,” ujarnya.
Night Party Nagoya Lantern Festival menghadirkan beragam atraksi, antara lain bazar kuliner, festival lampion, pertunjukan barongsai dan lion dance, peragaan busana bertema Imlek, serta berbagai hiburan lain yang menarik minat masyarakat dan wisatawan. (*)
LAPORAN : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK