Buka konten ini
BATAM (BP) – Kecanggihan teknologi terbukti ampuh melumpuhkan nyali pelaku kriminal. Sebuah sepeda motor Honda CRF keluaran 2020 yang raib digondol maling di kawasan Nagoya, berhasil ditemukan kembali hanya dalam hitungan jam. Bukan melalui patroli biasa, melainkan berkat bantuan sistem pelacak Global Positioning System (GPS) yang terpasang pada kendaraan tersebut.
Peristiwa ini bermula saat Agung, sang pemilik motor dengan nomor polisi BP 2977 CU, memarkirkan kendaraannya di Citra Plaza, Nagoya, Lubuk Baja, Kamis (12/2) sore. Agung yang sehari-hari bekerja sebagai penjual ponsel itu baru menyadari motornya raib sekitar pukul 20.30 WIB, tepat saat ia hendak pulang usai bertemu pembeli.
“Saya parkir di Citra Plaza. Pas mau balik, motor sudah tidak ada,” ujar Agung dengan nada masih tak percaya.
Sadar menjadi korban pencurian, Agung tak lantas panik berlebihan. Ia segera membuka aplikasi pelacak di ponselnya. Hasilnya akurat; sinyal GPS menunjukkan posisi motor sport tersebut sedang ”bersembunyi” di kawasan rumah liar (ruli) Baloi Kebun, Batam Kota.
Tak ingin kehilangan momentum, Agung bersama sejumlah warga langsung merapat ke titik koordinat yang tertera. Setibanya di lokasi, motor tersebut memang ditemukan terparkir di salah satu rumah. Namun, kondisinya sudah sedikit berubah. Stiker badan motor telah dikelupas dan lubang kunci tampak rusak bekas dibobol paksa.
Warga sekitar pun menaruh curiga pada penghuni rumah tersebut. Usman, salah satu warga ruli, menyebut sosok pria yang menghuni rumah itu kerap bertingkah aneh. ”Dia sering bawa motor beda-beda tiap hari. Datangnya subuh dan tertutup kalau disapa warga,” ungkap Usman.
Ketua RT 03 RW 03 Ruli Baloi Kebun, Ali, turut menyaksikan detik-detik upaya penyergapan malam itu. Namun, terduga pelaku yang menyadari kedatangan warga berhasil meloloskan diri ke arah kegelapan pemukiman sebelum sempat diringkus.
Meski pelaku berhasil kabur, ia meninggalkan jejak yang cukup fatal. Di lokasi kejadian, warga menemukan barang-barang pribadi pelaku mulai dari pakaian hingga kartu identitas (KTP). Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan bersama unit motor yang berhasil diselamatkan.
Berkat investasi kecil pada perangkat GPS, Agung setidaknya bisa bernapas lega. Motor kesayangannya gagal berpindah tangan lebih jauh, meski kini aparat kepolisian masih memiliki pekerjaan rumah untuk memburu pelaku yang identitasnya sudah terang benderang. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO