Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Pelajar SMAN 14 Batam menorehkan prestasi membanggakan dengan menjuarai kategori pelajar dalam ajang iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” 2025–2026. Kemenangan tersebut memastikan mereka menjadi wakil Batam pada babak grand final tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta, April 2026 mendatang.
Kompetisi yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu berlangsung di One Batam Mall (OBM), Batam, Minggu (25/1). Pada babak semifinal, sebanyak 15 kelompok tampil, terdiri dari 11 kelompok pelajar dan empat kelompok perguruan tinggi.
Selain SMAN 14 Batam yang keluar sebagai juara kategori pelajar, Universitas Tanjungpura berhasil meraih juara pertama kategori perguruan tinggi. Kedua pemenang tersebut berhak melaju ke babak grand final nasional di Jakarta.
Ketua tim SMAN 14 Batam, Ziva Aisyah Queen, mengaku terkejut sekaligus terharu atas capaian yang diraih timnya. Ia menilai seluruh peserta menampilkan performa terbaik sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.
“Kami benar-benar kaget, terharu, dan bangga. Bisa mewakili Batam ke Jakarta adalah kebanggaan besar bagi kami,” ujarnya.
Ziva menjelaskan, keberhasilan tersebut diraih melalui proses latihan yang panjang dan disiplin. Tarian yang dibawakan merupakan perpaduan unsur tari nusantara dengan kreasi modern yang digarap oleh tim ekstrakurikuler sekolah.
“Tantangan terberat ada pada koreografi angkat-angkat badan dan kekompakan gerak. Ke depan kami akan latihan lebih giat lagi agar bisa tampil maksimal di Jakarta,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Universitas Tanjungpura dari grup Eyes On Us, Winando, juga menyampaikan rasa bangganya atas capaian timnya. Menurutnya, perjuangan menuju panggung semifinal tidaklah mudah, mengingat mereka harus menempuh perjalanan dari Pontianak dengan persiapan yang matang.
“Senang sekali pastinya. Proses kami panjang dan latihannya sangat keras. Bahkan sempat ada yang sakit. Jadi ini penghargaan luar biasa bagi kami,” ujar Winando.
Dalam kompetisi tersebut, grup Eyes On Us mengangkat tarian Riau Merasa yang dipadukan dengan promosi destinasi wisata air terjun di Kalimantan Barat. Ia menyebut penampilan tersebut masih akan dievaluasi agar lebih maksimal saat tampil di grand final.
“Ini juga menjadi wadah bagi kami untuk mencintai Indonesia dan daerah kami. Ke depan pasti akan kami koreksi lagi agar penampilan lebih matang di Jakarta,” tambahnya.
Head of Marketing Communication iForte, Victor Sihombing, mengatakan ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Sebagai perusahaan penyedia infrastruktur digital nasional, iForte tidak hanya berkomitmen menghubungkan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tetapi juga mendorong semangat nasionalisme, kreativitas, dan kebanggaan terhadap jati diri bangsa, terutama di kalangan anak muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, iForte National Dance Competition merupakan ajang tari nasional bagi pelajar dan mahasiswa dengan ketentuan wajib menghadirkan unsur tradisional sebagai elemen utama dalam koreografi.
Antusiasme penonton tampak tinggi sepanjang kompetisi berlangsung. Sorak sorai dan tepuk tangan terus mengiringi setiap penampilan peserta yang menampilkan karya terbaik mereka di atas panggung.
Victor menambahkan, kompetisi ini diselenggarakan iForte bersama Protelindo Group dan telah dibuka sejak 16 Oktober 2025. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 710 kelompok mendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
“Pada tahap kurasi offline di Batam, para semifinalis menampilkan dua tarian, yakni koreografi wajib dengan lagu Inspirasi Diri serta koreografi bebas sesuai kreativitas masing-masing kelompok,” jelasnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO