Buka konten ini
LINGGA (BP) – Kabupaten Lingga masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pelayanan yang diberikan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kepada masyarakat.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, petugas Damkar Kabupaten Lingga tetap berupaya menjalankan tugas dan membantu masyarakat saat terjadi kebakaran.
Komandan Regu (Danton) Damkar Lingga Unit Dabo Singkep, Ikmal Hakim, mengatakan pihaknya kerap berada dalam posisi dilema akibat minimnya fasilitas pendukung yang dimiliki.
“Kami menjadi serba salah. Beberapa waktu lalu terjadi kebakaran hutan di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, tetapi kami tidak bisa hadir membantu memadamkan api,” ujar Ikmal saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, saat ini Damkar Lingga hanya memiliki satu unit mobil pemadam kebakaran dengan kondisi yang sudah tua. Selain itu, jarak tempuh yang jauh serta kondisi jalan yang tidak memungkinkan menjadi pertimbangan petugas untuk menuju lokasi kejadian.
“Kalau dipaksakan berangkat dan pada saat bersamaan terjadi kebakaran di Dabo Singkep, kami tidak bisa bergerak cepat. Apalagi kondisi mobil sudah cukup tua,” tambahnya.
Ikmal mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan permohonan tambahan kendaraan operasional, termasuk mobil pikap, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga guna mendukung mobilitas petugas.
“Namun sampai sekarang belum ada tambahan kendaraan operasional untuk Damkar,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau daerah pemilihan Bintan–Lingga dari Fraksi PKS, Hanafi Ekra, meminta Pemerintah Kabupaten Lingga segera mengusulkan pengadaan fasilitas pemadam kebakaran kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
“Masukkan saja usulan ke Pemerintah Provinsi Kepri bahwa Lingga membutuhkan tambahan mobil pemadam kebakaran,” kata Hanafi Ekra saat dikonfirmasi, Minggu (25/1).
Menurut Hanafi, setiap daerah wajib memiliki fasilitas penanganan keadaan darurat, termasuk pemadam kebakaran, yang memadai demi keselamatan masyarakat.
Ia juga menyoroti kondisi Kabupaten Lingga sebagai wilayah kepulauan yang dihubungkan oleh jalur laut. Menurutnya, daerah tersebut seharusnya dilengkapi dengan sarana transportasi laut untuk keperluan darurat, termasuk penanganan kebakaran.
“Di Kecamatan Senayang, misalnya, beberapa kali terjadi kebakaran, tetapi petugas tidak bisa ke lokasi karena tidak ada transportasi laut yang dapat segera digunakan,” ujarnya.
Hanafi mengingatkan agar keterbatasan fasilitas tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena dapat berdampak pada kualitas pelayanan publik.
“Kehadiran pemerintah adalah untuk melayani masyarakat. Jika kekurangan fasilitas terus dibiarkan, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan terganggu,” tutup Hanafi. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY