Buka konten ini

BINTAN (BP) – Sebanyak 2.000 pohon ditanam di lahan sekitar objek wisata edukasi Gudem Bee Farm, Kampung Pasiran, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (24/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
Cluster-3 Sustainability Coordinator Banyan Tree Hotels & Resorts, Henry Ali Singer, mengatakan lahan yang sebelumnya kurang produktif berupa semak belukar dan pohon karet yang tidak lagi dimanfaatkan kini diolah kembali. Lahan tersebut digali dan diberi pupuk agar dapat digunakan secara optimal.
Ia menjelaskan, ribuan pohon yang ditanam menerapkan konsep agroforestri, yakni pengelolaan lahan yang mengombinasikan fungsi kehutanan dan pertanian.
“Konsep ini menggabungkan tanaman hutan dan tanaman buah-buahan, sehingga ke depan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Henry.
Dalam pelaksanaannya, Banyan Tree melibatkan Gudem Bee Farm dan Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) untuk kegiatan monitoring dan evaluasi. Pada tahap selanjutnya, program ini juga akan berkolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Kami berharap program ini bisa menjadi lokasi percontohan restorasi hutan berbasis masyarakat dan dapat direplikasi di berbagai negara,” tambahnya.
Mahasiswa Politeknik Bintan Cakrawala, Michaeleka, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan penanaman tersebut. Ia berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur dan mengembalikan fungsi hutan seperti sediakala.
Pembina Wisata Edukasi Gudem Bee Farm, Serka Meldi Wahyuda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Banyan Tree melalui gerakan penanaman pakan lebah dengan total 2.000 pohon.
“Ini merupakan kegiatan kedua. Sebelumnya sudah ditanam 1.000 pohon dan saat ini sudah mulai berbunga,” ujar Meldi.
Selain menghijaukan kawasan wisata edukasi, pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat menjadi sumber pakan lebah. Tercatat ada 27 jenis pohon yang ditanam, terdiri atas tanaman hutan dan tanaman buah-buahan.
“Yang paling dominan adalah matoa dan jengkol karena selain bunganya disukai lebah, hasilnya juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Meldi berharap ke depan Gudem Bee Farm dapat berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap objek wisata ini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY