Buka konten ini

BINTAN (BP) – Jasad Rian Irawan, 25, alias Malik, pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi, akhirnya ditemukan setelah empat hari dinyatakan hilang terseret arus laut di Perairan Pulau Poto, Bintan. Korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis (22/1) sekitar pukul 08.40 WIB.
Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban mengapung di perairan depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), tidak jauh dari lokasi awal korban terseret arus pada Senin (19/1).
Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek merah dan kaos hitam. Kondisi jasad sudah mengalami kerusakan pada beberapa bagian tubuh.
Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Syafril, membenarkan penemuan jasad tersebut.
“Ditemukan pagi ini sekitar pukul 08.40 WIB,” ujar Syafril.
Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Bintan Timur untuk dilakukan visum.
“Korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, juga memastikan korban yang terseret arus di Perairan Pulau Poto telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan dengan jarak sekitar 0,15 nautical mile dari lokasi awal kejadian,” ujarnya.
Dengan ditemukannya jasad korban, operasi pencarian yang berlangsung selama empat hari resmi ditutup. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa ini bermula ketika tiga pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi terseret arus laut saat berupaya saling menolong di perairan depan PT BAI, tepatnya di area ponton pengeboran, pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.
Akibat kejadian tersebut, satu pekerja dinyatakan meninggal dunia, satu orang berhasil selamat, sementara Rian Irawan sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan tewas. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY