Buka konten ini

RS Awal Bros Batam mencatat tonggak baru dengan sukses melakukan operasi robotik ortopedi pertama di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggunakan sistem CORI™. Teknologi ini membuka akses layanan bedah presisi tinggi bagi warga Kepri yang selama ini kerap mencari perawatan ke luar negeri.
SUASANA masih terasa tegang di ruang operasi RS Awal Bros Batam ketika lengan robotik CORI™ Robotic Surgical System mulai bergerak mengikuti arahan dokter. Bukan sekadar teknologi baru, hari itu menjadi penanda babak penting: untuk pertama kalinya di Sumatera Bagian Selatan, operasi robotik ortopedi dilakukan langsung di Batam.
Langkah ini bukan hanya pencapaian rumah sakit, tetapi juga menjadi momentum bagi dunia layanan medis di Kepri, wilayah yang selama bertahun-tahun menyaksikan warganya bepergian ke Malaysia atau Singapura demi mendapatkan perawatan kesehatan lebih maju.
eknologi CORI sebelumnya telah diterapkan di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Namun, kehadirannya di Batam membuat jangkauan layanan kelas dunia kian dekat bagi masyarakat perbatasan.
Pada tindakan perdana itu, tim medis berhasil melakukan Total Knee Replacement (TKR) pada pasien pengidap osteoarthritis lutut, suatu penyakit degeneratif yang umum dialami warga lanjut usia dan kerap menyebabkan nyeri menahun.
Tidak seperti operasi konvensional, robot CORI memetakan anatomi lutut pasien dalam tampilan 3D dan real-time langsung di ruang bedah. Tanpa perlu CT scan, dokter dapat menyesuaikan ukuran hingga posisi implan dengan presisi lebih halus, mengikuti kontur alami kaki pasien.
“Hasilnya lebih stabil, risiko lebih kecil, dan pemulihan bisa lebih cepat,” tutur dr. Rayhan Cein, Sp.OT, spesialis ortopedi yang memimpin operasi. “Durasi rata-rata sekitar dua jam, dan pasien dapat pulang dalam dua sampai empat hari.”
Di balik sukses operasi perdana ini, ada peran penting tim anestesi. dr. Bram Kilapong, Sp.An-TI, Subsp. TI (K) menerapkan teknik Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) yang menggabungkan manajemen nyeri multimodal. Pendekatan ini terbukti mempercepat mobilisasi pasien setelah operasi dan mengurangi ketidaknyamanan selama masa pemulihan.
Pascaoperasi, pasien langsung masuk ke program rehabilitasi robotik yang dipandu dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik. Terapi dilakukan bertahap untuk mengembalikan kelenturan sendi, memperkuat otot sekitar, serta mencegah nye_ri berlebih.
Diharapkan Kurangi Arus Berobat ke Luar Negeri
Kehadiran layanan robotik di Batam mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi. Ia menyebutnya sebagai bukti konkret bahwa Batam mulai sejajar dengan kota-kota besar di kawasan regional dalam hal teknologi medis.
“Setiap tahun sekitar 1,2 juta warga Indonesia berobat ke Malaysia dan Singapura, banyak di antaranya berasal dari Kepri. Devisa yang keluar mencapai 2 miliar ringgit Malaysia. Dengan adanya teknologi ini, kita berharap warga tidak lagi harus jauh-jauh mencari layanan,” ujarnya.
Menurutnya, layanan robotik di RS Awal Bros Batam memperluas pilihan perawatan modern dan sekaligus menjadi dorongan bagi rumah sakit lain untuk terus berinovasi.
Sementara itu, Direktur RS Awal Bros Batam, dr. Widya Putri, MARS, menegaskan bahwa integrasi teknologi robotik adalah bukti komitmen grup rumah sakit tersebut dalam menghadirkan layanan bertaraf global.
Dengan pengalaman lebih dari 27 tahun, RS Awal Bros Group terus memperbarui layanan dan teknologi termasuk robotik ortopedi CORI yang disuplai Tawada Healthcare. Hingga kini, layanan Robotic Surgery telah tersedia di 10 rumah sakit jaringan mereka di Riau dan Kepri.
Peluncuran pusat layanan robotik di Batam menjadi penanda bahwa kota ini tak hanya tumbuh sebagai pusat industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai destinasi layanan kesehatan modern. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK