Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Lampu merah di Simpang Aviari, Batuaji, sudah tiga hari padam dan membuat arus kendaraan semrawut, terutama pada malam hari. Kondisi ini memicu pengendara saling serobot hingga nyaris bersenggolan karena tidak ada yang mau mengalah.
Tomi, warga Aviari, mengatakan padamnya traffic light di persimpangan empat itu membuat suasana semakin ricuh. Bunyi klakson bersahutan disertai umpatan dari pengendara yang berebut jalan.
“Kalau melintas yang terdengar bunyi klakson dan caci maki. Tidak ada yang mau mengalah,” ujarnya, Rabu (10/12).
Ia menilai lampu merah di lokasi tersebut harus segera diperbaiki. Selain menjadi jalur utama, persimpangan itu berada di dekat pusat keramaian seperti pasar dan kampus, sehingga risiko kemacetan dan kecelakaan semakin tinggi. “Paling tidak ada polisi yang mengatur arus saat jam sibuk, karena pasti macet,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Leo Putra, membenarkan bahwa traffic light di Simpang Aviari memang sering padam. Bukan karena kerusakan teknis semata, tetapi akibat ulah tangan jahil. “Traffic light itu selalu padam, karena dibongkar dan dicuri. Setelah kita perbaiki, dicuri lagi,” ungkap Leo.
Ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang berperan langsung terhadap keselamatan berkendara.
“Kita minta kesadaran masyarakat. Traffic light itu fasilitas umum untuk keselamatan masyarakat juga,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO