Buka konten ini

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan tidak ingin siswa dikerahkan untuk menyambut kedatangannya saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. Ia menilai praktik penyambutan di pinggir jalan kerap mengganggu proses belajar mengajar dan tidak perlu lagi dilakukan.
“Saya minta Sekretaris Kabinet membuat surat ke bupati dan wali kota. Jika saya melakukan kunjungan kerja, tolong anak-anak sekolah tidak usah menyambut di pinggir jalan. Biarkan mereka tetap belajar di sekolah,” ujar Prabowo saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, Jogjakarta, Rabu (19/11).
Prabowo menekankan bahwa pelajar sebaiknya tetap beraktivitas seperti biasa. Jika ingin mengikuti kegiatan presiden, mereka dapat menyaksikannya melalui media massa. Ia juga menegaskan tidak ingin siswa menunggu berjam-jam di bawah panas hanya demi menyambut pejabat negara.
Instruksi tersebut telah ditindaklanjuti melalui surat resmi yang dikirimkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kepada para bupati dan wali kota agar tidak lagi mengerahkan siswa untuk penyambutan.
Sikap Presiden ini mendapat apresiasi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan terhadap hak siswa untuk belajar dengan nyaman.
“Saya mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo. Ini langkah yang sangat baik. Siswa tidak perlu lagi berdiri lama di pinggir jalan hanya untuk menyambut pejabat. Mereka bisa tetap fokus belajar,” kata Lalu Hadrian, Kamis (20/11).
Menurutnya, tradisi penyambutan pejabat sering kali mengganggu proses pembelajaran dan tidak memberi manfaat langsung bagi peserta didik. Karena itu, ia menilai instruksi Presiden merupakan bentuk penghargaan terhadap waktu belajar di sekolah.
Lalu Hadrian juga mendorong seluruh pejabat negara dan kepala daerah menerapkan prinsip serupa agar tidak lagi melibatkan siswa dalam kegiatan seremonial yang tidak relevan dengan pendidikan.
“Pendidikan harus menjadi prioritas. Jika Presiden ingin berinteraksi dengan siswa, mendatangi sekolah adalah cara yang jauh lebih tepat dan mendidik,” ujarnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR